Untuk mencapai target tersebut, BNI terus memperkuat implementasi prinsip ESG melalui berbagai inisiatif yang mencakup aspek operasional maupun bisnis.
Dari sisi bisnis, BNI terus menyelaraskan proses penilaian debitur dengan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI), terutama pada sektor energi, konstruksi dan real estat, transportasi dan logistik, serta kehutanan dan perkebunan.
Selain itu, perseroan juga terus mengembangkan pembiayaan dan pendanaan berwawasan lingkungan melalui ekspansi pembiayaan hijau, pembiayaan transisi melalui Sustainability Linked Loan (SLL), serta penerbitan Sustainability Bond pada 2025.
BNI juga mendorong pelaku UMKM untuk menerapkan praktik usaha yang ramah lingkungan melalui program Jejak Kopi Khatulistiwa (JKK) dan BNI UMKM Ramah Lingkungan (BUMI).
Baca Juga: Libur Sekolah Makin Hemat! PELNI Beri Diskon Tiket Kapal 30 Persen, Berlaku hingga Agustus 2026
Melalui kedua program tersebut, BNI mendukung pemberdayaan UMKM dengan membangun ekosistem ekonomi hijau berorientasi ekspor, mendorong penerapan proses hijau, serta menghasilkan produk-produk hijau yang memiliki nilai tambah dan daya saing di pasar global.
Pada aspek operasional, selain memperkuat budaya kerja berkelanjutan, BNI menjalankan berbagai program efisiensi energi, digitalisasi proses bisnis, pengurangan penggunaan kertas, serta pengembangan bertahap pengelolaan limbah operasional dengan prinsip Zero Waste to Landfill guna menekan emisi karbon.
Dalam pengelolaan limbah operasional, seluruh limbah operasional Gedung Kantor Pusat BNI atau 100 persen telah diolah melalui proses daur ulang.
Baca Juga: Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
Untuk memperkuat aspek ketahanan lingkungan pada Pilar Inklusi & Resilien, BNI meluncurkan advisory playbook pertama di Indonesia untuk sektor perkebunan kelapa sawit.
Advisory playbook tersebut menjadi bagian dari program pendampingan BNI kepada debitur dalam melakukan transisi menuju ekonomi hijau sekaligus meningkatkan ketahanan terhadap risiko iklim.
Pendampingan juga dilakukan melalui technical assistance bagi para debitur dalam menerapkan Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI).
Sebagai bagian dari Pilar Inklusi & Resilien, BNI turut aktif mendukung pelestarian keanekaragaman hayati melalui berbagai program rehabilitasi lingkungan yang melibatkan masyarakat setempat.
Artikel Terkait
BNI Berbagi di Hari Raya Kurban, Ribuan Hewan Disalurkan ke Berbagai Daerah
BNI Perkuat Regenerasi Bulu Tangkis Indonesia, Alwi Farhan Buktikan Kualitas di Singapore Open
BNI: Regenerasi Bulutangkis Indonesia Kian Menjanjikan, Fajar/Fikri Tembus Final Singapore Open 2026
BNI Dukung Penuh Atlet Indonesia Lanjutkan Momentum Prestasi di Indonesia Open 2026
BNI dan PBSI Dorong Regenerasi Atlet, Indonesia Open 2026 Jadi Panggung Talenta Muda