"Kehadiran listrik 24 jam di Pegunungan Arfak bukan hanya menghadirkan penerangan, tetapi juga membuka peluang bagi pertumbuhan ekonomi, pendidikan, dan kualitas hidup masyarakat," ujar Darmawan.
Sementara itu, General Manager PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur kelistrikan tersebut berhasil diselesaikan meskipun harus menghadapi medan yang ekstrem di kawasan Pegunungan Arfak.
Baca Juga: Telkom Luncurkan AIcosystem, Siap Garap Peluang AI di Berbagai Sektor Industri
"Peningkatan jam nyala ini dapat terwujud setelah pembangunan Jaringan Tegangan Menengah (JTM) sepanjang 23,75 kms dan Jaringan Tegangan Rendah (JTR) sepanjang 21,29 kms yang terhubung ke sistem kelistrikan Anggi.
"Proses pembangunan dilakukan di wilayah dengan kondisi geografis yang menantang, namun berkat dukungan masyarakat dan pemerintah daerah, pekerjaan dapat diselesaikan sehingga masyarakat kini dapat menikmati listrik selama 24 jam penuh," ujar Roberth.
PLN menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan akses energi yang merata dan berkeadilan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T) di seluruh penjuru Indonesia.
Dengan hadirnya listrik 24 jam di Pegunungan Arfak, masyarakat kini memiliki peluang yang lebih besar untuk meningkatkan aktivitas ekonomi, pendidikan, serta kualitas hidup secara berkelanjutan.***
Artikel Terkait
Tagihan Listrik Membengkak? PLN Pastikan Tarif Tak Naik, Ini Penyebabnya
Gelegar PLN Mobile 2026 Berhadiah Mobil Listrik, Simak Cara Mengumpulkan Poinnya
Dari Gelap Menuju Terang, 149 Keluarga di Noemuke Kini Nikmati Listrik PLN 24 Jam
Rajin Pakai PLN Mobile? Kesempatan Dapat Mobil Listrik Gratis Masih Dibuka sampai Akhir 2026
PLN EPI Gandeng ITERA dan Puslitbang Kembangkan Kaliandra dan Sorgum untuk Biomassa hingga Hidrogen Hijau