Kabar BUMN - Subholding PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) pada tahun buku 2022 mampu membukukan laba bersih sebesar Rp 524,7 miliar.
Capaian ini naik sebesar 16,8% year on year (YoY) dari capaian tahun 2021 yang sebesar Rp 449 miliar.
Meski baru terbentuk, penguatan rantai pasok energi menjadi modal perusahaan untuk mencatatkan kinerja operasional yang baik.
Baca Juga: Dorong Pengembangan Bisnis Beyond kWh, Pendapatan PLN Icon Plus tumbuh 16% Sepanjang Tahun 2022
Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo menjelaskan PLN EPI menjadi salah satu perusahaan masa depan.
Dengan tugas utama sebagai penjaga rantai pasok energi primer, PLN EPI mampu menjadi perusahaan penyedia energi primer terbesar di Asia.
"Segala inovasi terus dilakukan subholding agar ke depan tak hanya mampu memenuhi kebutuhan energi primer PLN Group saja tetapi juga menjadi perusahaan berkelas global," ujar Darmawan dalam RUPS, Selasa (13/6/2023).
Baca Juga: Kolaborasi BUMN, PTPN XIV Dukung Kegiatan Transplantasi Terumbu Karang dari Program PLN Peduli
Direktur Utama PLN EPI Iwan Agung Firstantara menjelaskan dalam menjalankan perusahaan, PLN EPI mengedepankan efisiensi dan optimalisasi aset dengan streamline rantai pasok yang baik.
Hal ini tercermin dari beban pokok penyediaan batu bara yang turun 112%.
"Efisiensi ini mampu mendorong kontribusi laba bersih. Dengan pendapatan mencapai Rp 10,6 triliun pada tahun 2022, perusahaan tetap efisien sehingga membukukan laba bersih sebesar Rp 524,7 Miliar," ujar Iwan.
Baca Juga: Beri Dukungan Penuh, Pemerintah Dorong PLN Perluas Pengolahan FABA PLTU
Digitalisasi dan optimalisasi aset juga dilakukan perusahaan untuk bisa mencetak kinerja keuangan dan operasional yang baik pada tahun ini.