rilis-bumn

Satelit SATRIA Resmi Diluncurkan, Surveyor Indonesia Pastikan Spesifikasi dan Layanan Tepat Sasaran

Rabu, 21 Juni 2023 | 07:30 WIB
Satelit Nusantara Tiga atau yang juga disebut Satelit Republik Indonesia (SATRIA) diluncurkan di Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat pada 18 Juni 2023 waktu setempat. (Dok.PT Surveyor Indonesia (PTSI))

Adapun manfaat dengan terlibatnya PTSI sebagai pengawas independen yaitu membantu Pemerintah dalam hal ini (Bakti Kominfo) dan PT SNT untuk meningkatkan kualitas layanan publik serta berkontribusi terhadap perkembangan infrastruktur digital melalui pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia.

Baca Juga: Wujud Nyata Lestarikan Lingkungan, PHR Serahkan Ekoriparian Patra Lancang Kuning dan Taman Kehati ke UNILAK

Pemerataan ini memberikan koneksi terhadap lebih kurang 150.000 titik layanan publik yang mencakup di dalamnya 93.900 titik sekolah, 47.900 titik kantor desa/kelurahan/kecamatan, 3.700 titik puskesmas, rumah sakit dan layanan kesehatan lainnya, 3.900 titik kantor administrasi pertahanan dan keamanan, serta wilayah pemerintahan yang tidak terkoneksi dengan satelit existing atau infrastruktur telekomunikasi terestrial.

Sementara itu, satelit SATRIA diproduksi oleh perusahaan manufaktur antariksa Prancis, Thales Alenia Space (TAS). Proses produksinya berlangsung dari September 2020 hingga Mei 2023.

Mengenai spesifikasinya, SATRIA memiliki kapasitas 150 Gbps. SATRIA ini menjadi satelit pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Very High-Throughput Satellite (VHTS) dan frekuensi Ka-Band, yang juga diperkuat dengan 116 Spot Beam sehingga layanan internet dapat menjangkau seluruh wilayah di Indonesia.

Baca Juga: Sinergi Brantas Abipraya dan KPPU, Sosialisasikan Persaingan Usaha yang Sehat

Pasca diluncurkan ke luar angkasa, Satelit SATRIA membutuhkan waktu empat hingga lima bulan proses orbit raising untuk sampai dan menempati slot 146 derajat Bujur Timur (BT), yang tepat berada di atas Papua, Indonesia.

Dalam orbit raising, satelit ini menggunakan teknologi Electric Propulsion yang memanfaatkan pendorong elektrik untuk mendukung pergerakan sehingga dapat menghemat penggunaan bahan bakar serta memperpanjang usia pakai satelit.

Setelah berada di 146 derajat BT, akan dilakukan In-Orbit Testing untuk memastikan perangkatnya berfungsi dengan normal pasca peluncuran. Tahapan ini diperkirakan memakan waktu tiga minggu.

Baca Juga: Sambut Libur Sekolah, KAI Beri Promo Tiket Kereta Api dari Semarang ke Jakarta dan Bandung

Adapun tahapan selanjutnya yaitu menjalankan In-Orbit Acceptance Review (IOAR). Peninjauan IOAR akan dilaksanakan pada pekan pertama Desember 2023.***

Halaman:

Tags

Terkini