Pemerintah menargetkan pada Tahun 2023 program BPBL bisa menyalurkan ke 125 ribu rumah tangga sasaran di seluruh Indonesia.
Baca Juga: 3 Tahun Transformasi AKHLAK, Menteri BUMN Luncurkan ONE Pertamina
“Ini masih awal, karena 2023 ini, BPBL akan menyambung 125 ribu rumah tangga di seluruh Indonesia dan untuk Kalimantan Tengah mendapatkan alokasi sebesar 4.890 rumah tangga penerima manfaat pemasangan listrik gratis ini," kata Ida.
Menurutnya, selain sambung listrik, masyarakat penerima program BPBL akan mendapatkan instalasi listrik rumah berupa tiga titik lampu dan 1 stopkontak, pemeriksaan dan pengujian instalasi yang dituangkan dalam Sertifikat Laik Operasi (SLO), penyambungan ke PLN, dan token listrik pertama.
"Kita semua berharap program ini akan memberikan manfaat yang lebih banyak dan bisa meningkatkan taraf hidup untuk kegiatan ekonomi yang lebih produktif," kata Ida.
Pada kesempatan terpisah, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan bahwa PLN siap untuk menyukseskan program BPBL sebagai dukungan nyata Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengejar target rasio elektrifikasi sebesar 100 persen pada 2024.
"PLN siap melaksanakan tugas mulia sebagai penggerak di bidang ketenagalistrikan, serta siap bekerja sama dengan seluruh stakeholder dan mitra strategis guna wujudkan rasio elektrifikasi 100 persen," ujar Darmawan.
Darmawan berharap bantuan program BPBL bisa bermanfaat bagi masyarakat. Sehingga, kehadiran listrik bisa memberikan multiplier effect, yakni mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dan perekonomian daerah.
Baca Juga: Peringkat Meningkat Pasca Merger, Rating Pelindo Kini Setara dengan Pemerintah Indonesia
"Saya berharap hadirnya listrik ini dapat membawa kebaikan untuk masyarakat desa seperti ekonomi yang tumbuh dan peningkatan mutu pendidikan bagi anak-anak yang berada di desa," kata Darmawan.***