Pada periode libur Idul Adha, yakni 22 Juni - 6 Juli 2023 (H-7 hingga H+7 dari Idul Adha), jumlah penumpang pesawat di 20 bandara AP II secara kumulatif diproyeksikan mencapai 3,62 juta orang.
Jumlah penumpang itu terbagi dalam: Periode H-7 hingga H-1 sebanyak 1,70 juta orang, lalu pada hari H sebanyak 248.909 orang, dan pada H+1 hingga H+7 sebanyak 1,67 juta orang.
“Pada masa angkutan haji dan libur Idul Adha, AP II di 20 bandara menyiagakan total 4.633 personel terdiri dari personel Aviation Security.
Kemudian, Airport Rescue & Fire Fighting, Apron Movement Control, Customer Service, Terminal Inspection Service, Digital Service dan lainnya,” jelas Muhammad Awaluddin.
Baca Juga: Melalui Sales Office Travel Fair, Garuda Indonesia Tawarkan Promo Khusus hingga 80 Persen
Garuda Terus Pantau Trend Demand
Sementara itu, Direktur Keuangan & Manajemen Risiko Garuda Indonesia Prasetio mengatakan, momentum Idul Adha menjadi salah satu fokus operasional layanan penerbangan yang terus dioptimalkan karena bertepatan dengan pelaksanaan ibadah haji.
Sebagai maskapai penerbangan pembawa bendera bangsa yang telah melayani penerbangan haji selama lebih dari 6 dekade, Garuda Indonesia berkomitmen untuk memastikan aksesibilitas masyarakat menuju Tanah Suci dapat terpenuhi secara optimal.
"Dalam waktu dekat, Garuda Indonesia akan segera merampungkan operasional layanan penerbangan haji fase 1 yang telah dilaksanakan sejak akhir Mei 2023 lalu hingga 23 Juni 2023 mendatang yang terbagi menjadi 2 fase keberangkatan Madinah dan Jeddah,” jelas Prasetio.
Baca Juga: Krakatau Steel Suplai Baja untuk Pembangunan Istana Kepresidenan IKN
Pada fase 1 capaian OTP Garuda Indonesia turut berhasil dipertahankan hingga 87,9 persen. Pencapaian itu di tengah berbagai upaya peningkatan layanan yang dilakukan.
Satrio mengungkapkan, tahun ini komposisi jumlah senior citizen mencapai lebih dari 30 persen dari total jumlah jamaah haji.
Untuk itu, fokus utama layanan penerbangan haji tahun ini memastikan ketersediaan layanan penerbangan haji yang ramah bagi senior citizen.
Prasetio juga menjelaskan, menjelang periode libur panjang pada pekan mendatang, Garuda Indonesia akan terus akan memantau trend demand penumpang di masa libur.