Diawali dengan menggambar 3D modeling tanpa blueprint selama 4 bulan hanya dengan melihat referensi foto dan video.
Baca Juga: Tidak Hanya Aturan KAI, Etika Menggunakan Kereta Api Juga Harus Kita Pahami Agar Perjalanan Nyaman
3D modeling tersebut menghasilkan 1.996 komponen yang selanjutnya dirakit sehingga menghasilkan bentuk lokomotif uap yang utuh.
Adapun pengoperasian printer tridimensi dilakukan selama 14 hari di Stasiun Semarang Tawang Bank Jateng.
Printer 3D yang dioperasikan 24 jam non stop tersebut berjumlah 35 unit.
Baca Juga: Memasuki Long Weekend Idul Adha, KAI Catat Lonjakan Volume Pelanggan hingga 66 Persen
Sebanyak 180 roll filamen dan 10 liter resin UV dihabiskan untuk proses cetak 3D ini.
Selanjutnya untuk rekor ketiga yaitu pembuatan buku tentang 436 stasiun kereta api aktif yang tersebar di Pulau Jawa.
Proses dokumentasi gambar berupa foto dan video dimulai sejak Januari hingga Desember 2021.
Baca Juga: Mau Liburan Naik Kereta Api? Simak Aturan Tentang Barang Bawaan dari PT KAI Berikut Ini
Kemudian sepanjang tahun 2022 dilakukan proses pengumpulan informasi, tata letak, dan editing untuk menghasilkan sebuah buku yang sangat informatif.
Agus Dwinanto mengatakan, dengan adanya pemecahan rekor ini diharapkan akan dapat meningkatkan kecintaan dan penghargaan masyarakat terhadap sejarah perkeretaapian di Indonesia.
Serta dapat memberikan manfaat dan pengetahuan bagi masyarakat luas.