rilis-bumn

PLN Kembangkan Pembangkit Listrik dari Sampah dengan Kapasitas 17,7 MW di Palembang

Sabtu, 15 Juli 2023 | 16:00 WIB
Ilustrasi pengolahan sampah menjadi Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP). (Dok. PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) meneken kerja sama pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) 17,7 megawatt (MW) di Palembang.

Langkah ini dilakukan PLN untuk meningkatkan bauran energi serta mengurangi persoalan sampah perkotaan.

Kerja sama pengembangan PLTSa ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian menuju Power Purchase Agreement (PPA) di sela acara The 11th Indonesia EBTKE ConEx 2023, Kamis (13/7/2023).

Baca Juga: Gandeng PNG Power, PLN Siap Alirkan Listrik ke Perbatasan Papua Nugini

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menjelaskan melalui pengembangan PLTSa ini, selain menjadi pembangkit yang ramah lingkungan, juga akan menjadi jawaban dari permasalahan pengelolaan sampah di perkotaan.

"Dengan adanya PLTSa ini, maka PLN tak hanya menambah bauran energi saja tetapi juga turut menyelesaikan persoalan sampah di wilayah tersebut.

"Lewat PLTSa ini, sampah diolah menjadi sumber energi domestik yang justru bermanfaat bagi masyarakat," ujar Darmawan.

Baca Juga: Empat Startup Terpilih dari Program Connext PLN Akan Kembangkan Bisnis Beyond kWh

PLTSa Palembang dengan kapasitas 17,7 MW ini diproyeksikan akan mampu menyerap sampah kota sebesar 1.000 ton per hari.

Selain itu, dalam acara ini PLN juga menandatangani PPA untuk Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di wilayah Belinyu, Bangka Belitung dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp).

Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Belinyu dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp) yang diharapkan mampu meningkatkan keandalan listrik di Bangka Belitung. (Dok. PLN)

“Indonesia kaya akan potensi sumber daya alam yang dapat dijadikan sumber energi bersih, di sisi lain ini juga merupakan sumber energi domestik untuk menjaga ketahanan energi dalam negeri,” terang Darmawan.

Baca Juga: PLN Kantongi Restu dari Komisi VI DPR RI untuk Jalankan Transisi Energi

Oleh karena itu, Darmawan menegaskan PLN mendukung penuh pembangunan PLTS Belinyu dengan kapasitas 1 megawatt peak (MWp) karena sinar surya di Indonesia merupakan salah satu sumber daya yang berlimpah.

Halaman:

Tags

Terkini