"Dukungan PLN telah menciptakan ekosistem yang matang guna mengakselerasi transformasi sektor transportasi dari yang berbasis impor energi fosil menuju berbasis domestik mennggunakan daya listrik yang juga langsung berkontribusi pada pengurangan emisi," ujar Darmawan.
Baca Juga: Gandeng PNG Power, PLN Siap Alirkan Listrik ke Perbatasan Papua Nugini
PLN telah menyiapkan ekosistem yang komplit dari hulu ke hilir.
Dari sisi hulu, PLN memastikan pasokan listrik yang andal dan cukup.
Sedangkan di sisi mid-stream, PLN telah mengoperasikan 616 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU), 1.401 Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU), serta lebih dari 9.000 Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU).
Baca Juga: Empat Startup Terpilih dari Program Connext PLN Akan Kembangkan Bisnis Beyond kWh
"Bagi para pelanggan yang baru membeli kendaraan listrik kami juga langsung siapkan layanan home charging sehingga bisa memudahkan masyarakat untuk melakukan pengisian daya di rumah," ujar Darmawan.
Sudah ada lebih dari 1.700 pelanggan PLN yang menjadi pelanggan home charging.
Hingga Juni 2023, jumlah transaksi pengisian daya kendaraan listrik sudah lebih dari 73 ribu transaksi.
Baca Juga: PLN dan Kementerian ESDM Teken Kerja Sama Tingkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia
Untuk pelanggan, PLN juga sudah membuat platform Electric Vehicle Digital System (EVDS).
Lewat platform yang terintegrasi dengan PLN Mobile ini, pelanggan bisa menemukan seluruh kebutuhan listrik dan kendaraan listriknya.
PLN juga memberikan berbagai insentif seperti diskon tarif listrik untuk pengisian daya di rumah dari pukul 23.00 - 05.00 sebesar 30%.