“Tak hanya bergerak secara individu dalam pelestarian mangrove, Pak Mughni gigih mengajak warga lainnya untuk lebih peduli terhadap lingkungan. Dimulai dari hal-hal kecil seperti tidak membuang sampah sembarangan di Banyuurip sampai akhirnya bersamasama melestarikan hutan mangrove,” ujar Direktur Utama PGN Saka Avep Disasmita.
Baca Juga: Update Lokasi Pelayanan SIM Keliling Jakarta Hari Ini, Senin 17 Juli 2023
PGN Saka yang saat itu hadir dengan program pemulihan lingkungan ekosistem Mangrove, disambut sangat baik oleh Pak Mughni dan nelayan lainnya.
PGN Saka memberi pendampingan untuk pelatihan pembibitan hingga penanaman mangrove. Pak Mughni selalu hadir dan konsisten menjalankan program pemulihan mangrove tersebut.
“Dari sekian banyak nelayan yang berpartisipasi, Pak Mughni yang paling memiliki komitmen aktif dan konsisten dari awal program hingga sekarang,” ungkap Avep.
Baca Juga: Loker BUMN Terbaru di PT PP (Persero) Tbk, Tersedia Satu Posisi Saja dengan Deadline 21 Juli 2023
Pak Mughni yang awalnya adalah seorang nelayan, sekarang menjadi salah satu Perintis Lingkungan Hidup yang sangat peduli terhadap lingkungan di Desa Banyuurip.
Ia dan PGN Saka telah banyak melakukan pemberdayaan masyarakat untuk melakukan pembibitan hingga penanaman berbagai jenis mangrove, serta pengolahan dari mangrove itu sendiri sehingga memiliki nilai jual.
Hingga saat ini, Mangrove Banyuurip menjadi salah satu destinasi wisata dan tujuan edukasi dari berbagai instansi untuk melakukan penelitian.
Baca Juga: Update Jadwal SIM Keliling Wilayah Semarang Periode Juli 2023
Tak hanya itu, PGN Saka juga membantu Pak Mughni untuk menerbitkan buku yang berjudul “Praktik Proses Pembibitan Mangrove di Banyuurip dan Analisis Usahanya”. Buku ini menjadi sumber pengetahuan dan edukasi bagi masyarakat, tidak hanya masyarakat Desa Banyuurip namun juga masyarakat Ujungpangkah.***