“Biasanya kapal yang bersandar bisa menghabiskan biaya bahan bakar minyak sebesar Rp 600.000 selama 8 jam bersandar.
"Dengan menggunakan ALMA, cukup mengisi token listrik sebesar Rp200.000, sudah bisa memenuhi seluruh kebutuhan listrik selama kapal bersandar," lanjutnya.
Baca Juga: Perkuat Ekosistem Kendaraan Listrik, PLN Gandeng 4 Perusahaan Bangun Charging Station
General Manager PLN Unit Induk Wilayah Bangka Belitung (PLN Babel) Mohammad Munief Budiman menyampaikan, pemasangan ALMA di Pelabuhan Tanjung Ru adalah sebagai wujud komitmen PLN melakukan transisi energi di sektor kelautan dan perikanan.
ALMA dapat mengurangi penggunaan Bahan Bakar Minyak (BBM) ke listrik PLN.
Ia juga berharap ALMA dapat dimanfaatkan oleh semua kapal yang bersandar di Dermaga Water Front dan mendorong perekonomian masyarakat.
Baca Juga: Nusantara Awards 2023, PLN Sukses Dapatkan Predikat Platinum SDG's
"Pemasangan ALMA merupakan salah satu program Electrifying Marine yang sejak tahun lalu dilakukan PLN.
"Inilah wujud nyata transformasi PLN dalam meningkatkan pelayanan listrik yang lebih mudah, terjangkau, dan andal untuk seluruh masyarakat," tutup Munief.***