Kabar BUMN - Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Ruas Kuala Tanjung–Tebing Tinggi–Parapat (KUTEPAT) oleh PT Hutama Marga Waskita, anak perusahaan PT Hutama Karya (Persero) dan Badan Usaha Jalan Tol (BUJT), sedang memasuki tahap akhir.
Dalam waktu dekat, dua seksi jalan tol tersebut akan dioperasikan, yaitu Seksi 1 (Tebing Tinggi–Inderapura) dan sebagian Seksi 2 (Inderapura–Kuala Tanjung).
Proyek ini bertujuan untuk mempermudah akses dari Medan ke Kawasan Pariwisata Strategis Nasional (KSPN) Danau Toba, Sumatera Utara.
Selain itu, pembangunan JTTS Ruas KUTEPAT juga mencakup pembangunan seksi junction yang akan menghubungkan Tebing Tinggi dengan Kuala Tanjung dan Pematang Siantar, serta sebaliknya.
Baca Juga: Nuon Digital Indonesia Rilis Paw Rumble, Gim Karya Anak Bangsa
Jalan tol ini akan terhubung langsung dengan empat ruas jalan tol yang sudah beroperasi di Sumatera Utara, termasuk Tol Medan-Kualanam -Tebing Tinggi (JMKT).
Gerbang tol pada Seksi 4 Serbelawan–Pematang Siantar, yang terletak di Sinaksak, dekat dengan batas masuk Kota Pematang Siantar, akan mengurangi waktu perjalanan menuju KSPN Danau Toba.
Jika sebelumnya waktu jarak tempuh mencapai 3,5 jam, kini hanya menjadi 1,5 jam saja.
Pembangunan jalan tol ini sendiri bukan hanya untuk memfasilitasi akses ke KSPN Danau Toba, tetapi juga sebagai penggerak ekonomi di sekitar Danau Toba.
Integrasi Tol Trans Sumatera akan sangat memudahkan mobilitas masyarakat dan mempercepat distribusi logistik di seluruh Sumatera Utara.
Baca Juga: Luncurkan GadePreneur, Pegadaian Ajak UMKM Bersatu Tumbuh Bersama
Direktur Utama PT Hutama Marga Waskita, Dindin Solakhuddin mengatakan secara umum selain manfaat akses bagi mobilitas masyarakat, keberadaan tol ini adalah untuk meningkatkan investasi dan pertumbuhan perekonomian bagi kabupaten penyangga di sekitar Danau Toba.
"Nantinya waktu tempuh ke Danau Toba melalui tol ini hanya 1,5 jam," kata Dindin.
"Kami akan memaksimalkan kinerja sehingga Ruas Tebing Tinggi hingga Pematang Siantar dapat segera beroperasi," imbuhnya.