"Ke depan PLN akan lebih trengginas lagi," ungkap Darmawan.
"Dari 40 PLTU yang sudah terealisasi, hingga akhir tahun ini kami akan menambah dua PLTU, dan bertahap mencapai 52 PLTU di 2025 nanti."
Baca Juga: Lebarkan Sayap ke Pasar Global, PIS Beli Kapal Tanker 'PIS Sumatera'
"Sehingga, co-firing biomassa dapat menyumbang 12 persen dari total bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) di 2025," lanjutnya.
Darmawan memaparkan, hingga tahun 2025 mendatang, PLN telah merancang peta jalan nasional program co-firing.
Oleh karena itu, Darmawan menyebut PLN terus berupaya agar target dekarbonisasi sebesar 954 ribu ton CO2 pada tahun 2023 bisa tercapai.
"PLN terus berkomitmen mendukung upaya dekarbonisasi di Indonesia salah satunya dengan penerapan co-firing biomassa," ujarnya.
Selain itu, PLN juga tengah menerapkan berbagai terobosan anyar guna memastikan rantai pasok sumber biomassa ke pembangkit berjalan baik.
"Jadi PLN bukan semata-mata menerapkan teknologi ini untuk mengurangi emisi saja," tutur Darmawan,
"PLN sadar ada unsur ekonomi sirkular yang bisa membentuk ekosistem energi kerakyatan, di mana listrik ini dihasilkan dari kontribusi rakyat dan dinikmati kembali oleh rakyat," pungkasnya.