Adapun, Indonesia memiliki potensi dari klaster Integrasi untuk CCUS end-to-end dan berinovasi sebagai penyedia energi hijau di klaster tersebut.
Berdasarkan beberapa penelitian yang sudah dilakukan, kapasitas penyimpanan CO2 potensial mencapai 80 hingga 400 giga ton CO2 di depleted reservoir serta saline aquifer. Dengan kapasitas penyimpanan CO2 yang sangat besar ini.
proyek dekarbonisasi di Indonesia juga akan memberikan kontribusi yang signifikan terhadap penurunan emisi dunia.
Nicke menyebut kolaborasi dengan mitra ini diperlukan untuk menghadapi tantangan transisi energi, terutama dalam penguasaan teknologi dan pembiayaan.
"Mengingat situasinya yang urgen, kami membutuhkan visi yang lebih besar, serta komitmen yang lebih besar terhadap langkah inovatif, inklusif, dan juga kolaboratif, dan itu kami butuhkan sekarang," pungkasnya.