Lebih lanjut, Fadjar menjelaskan mengenai beberapa hal yang menjadi pertimbangan di antaranya seiring dinamika kondisi pasar modal dunia dan Asia Tenggara sepanjang tahun 2023 akibat tekanan dari pengaruh resesi global.
Baca Juga: Hingga Pertengahan Tahun 2023, Delapan Program TJSL PLN Bawa 5.425 UMK Naik Kelas
Dari sisi makro ekonomi global, trend peningkatan suku bunga The Fed menambah beban ekonomi emerging markets untuk mempertahankan laju pertumbuhan ekonomi.
Di sisi lain, harga minyak dunia (Brent) mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, di mana dalam beberapa bulan terakhir berada di level US$70-80 per barrel dan diprediksi tetap bertahan pada level tersebut hingga 2024.
Hal tersebut juga menjadi faktor yang kurang mendukung pelaksanaan IPO PHE pada saat ini.***