rilis-bumn

PLN Dukung Program HEAL, Menko Luhut: Masukan Bagus untuk Pemangku Kepentingan Sektor Energi

Sabtu, 29 Juli 2023 | 06:45 WIB
Acara tanda tangan nota kesepahaman oleh President of United In Diversity, Tantowi Yahya dan CEO Rocky Mountain Institute, Jon Creyts. (Dok.PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) mendukung kolaborasi antara United in Diversity (UID) Foundation dan Rocky Mountain Institute (RMI) dalam mempercepat proses transisi energi di Indonesia.

Lewat program Happy Energy Action Leadership (HEAL), UID dan RMI melakukan langkah pertama untuk mengakselerasi pengurangan emisi karbon.

HEAL sendiri adalah program peningkatan kapasitas yang bertujuan untuk meningkatkan tidak hanya kompetensi teknis tetapi juga kapasitas kepemimpinan kolektif dari para pemimpin di sektor energi dan keuangan berkelanjutan.

Turut hadir dalam acara penandatanganan nota kesepahaman ini Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan.

Baca Juga: Simak Jadwal Samsat Keliling Terbaru Periode Juli 2023 di Malang

Pada kesempatan ini Luhut mengatakan program HEAL penting untuk mengukur dan memanfaatkan pengetahuan regional dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.

Menurut Luhut, hal ini perlu dilakukan untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan.

Luhut juga menambahkan, program HEAL dapat memberikan manfaat yang baik.

Sehingga masukan kepada pemangku kepentingan khususnya di sektor energi seperti PLN dapat membantu mendongkrak kinerja perusahaan.

"PLN untung sepanjang sejarah baru di bawah leadership Pak Darmo hampir satu juta dolar AS," kata Luhut.

Baca Juga: Link Nonton 'Longing For You' Episode 1-2, Na In Woo Jadi Detektif yang Lakukan Aksi Balas Dendam

"Jadi dengan penandatangan kerja sama Program HEAL tadi saya kira akan memberikan masukan bagus juga bagi PLN," imbuhnya.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, HEAL menjadi tonggak penting bagi komunitas energi di Asia Tenggara, khususnya Indonesia.

Karena menurut Darmawan Prasodjo dengan kolaborasi semacam ini, komunitas global yang sebelumnya terfragmentasi kini menjadi satu.

Halaman:

Tags

Terkini