Saat memapaparkan, Tina menyampaikan bahwa adanya Respecful Workplace Policy di BUMN ini untuk mencegah diskriminasi, kekerasan, pelecehan.
Baca Juga: Etika Saat Menginap di Hostel, Jangan Lupa Bereskan Piring Sendiri
Ia menambahkan, Menteri BUMN juga berharap dengan adanya Respecful Workplace Policy ini dapat diambil dan benar-benar dimanfaatkan untuk perubahan BUMN itu sendiri, dan berharap kontribusinya untuk Indonesia.
Selain itu, pada peringatan 3 tahun AKHLAK ini, Insan Abipraya juga mendapatkan beberapa insight dari Empowering Talk dengan Hadjar Seti Adji, sebagai benchmarking internalisasi AKHLAK di lingkungan BUMN.
Dalam pemaparannya, Hadjar mengatakan bahwa penilaian values AKHLAK dapat dilakukan melalui quick survey untuk mengukur pemahaman pegawai terhadap AKHLAK, Penilaian 360 Derajat AKHLAK (dari atasan, bawahan dan rekan se-level), dan Penilaian Perilaku Spesifik AKHLAK.
Baca Juga: Bersinar di Ajang Indonesia DEI & ESG Awards, Pupuk Indonesia Sukses Sabet 3 Penghargaan Sekaligus
"Kita semua Insan Abipraya tentunya harus berbangga dengan nilai budaya AKHLAK yang kita miliki. Sebagai Insan Abipraya kita harus terus menerapkan dan menularkan semangat AKHLAK," ujar Sugeng Rochadi.
"Saya ucapkan juga terima kasih banyak untuk Insan Abipraya yang aktif berpartisipasi dalam AKHLAK Culture Festival, dan selamat untuk Lukman Maulana, salah satu Insan Abipraya yang mendapatkan juara 2 pada lomba desain kemeja AKHLAK,” tutupnya.***