Kabar BUMN - Rangkaian kunjungan Presiden Republik Indonesia ke Afrika, antara lain ke Kenya, Tanzania, Mozambik, dan Afrika Selatan, pada 20 Agustus 2023, memperlihatkan beberapa potensi bisnis bagi Pertamina New & Renewable Energy (NRE).
CEO Pertamina NRE Dannif Danusaputro dalam kunjungannya ke Afrika Selatan menyampaikan, Pertamina NRE berminat untuk investasi dalam penyediaan tenaga listrik berbasis gas maupun energi terbarukan di Afrika.
“Kami berharap dapat melakukan kerja sama investasi dengan partner lokal. Di sisi hilir, Pertamina NRE memiliki potensi untuk bisa memanfaatkan gas alam yang diproduksi untuk pembangkit listrik,” ungkap Dannif.
Baca Juga: Dukung Pengurangan Polusi, Pertamina dan KLHK Uji Coba Modifikasi Cuaca Mikro
Dari hasil diskusi, Dannif menambahkan, kami mengidentifikasi bahwa saat ini di Afrika ada potensi permintaan listrik yang masih cukup tinggi. Begitu juga untuk energi terbarukan terutama energi surya, khusus untuk Afrika Selatan sudah memiliki regulasi yang cukup mendukung.
Ada beberapa negara di Afrika yang menjadi target Pertamina NRE. Khusus untuk Afrika Selatan potensi tenaga surya mencapai 100 MW.
Sebelumnya, Pertamina telah menandatangani nota kesepahaman dengan GUMA, perusahaan lokal yang fokus di investasi dan peningkatan infrastruktur di Afrika, untuk wilayah kerja sama Kenya, Afrika Selatan dan Republik Demokratik Kongo.
Baca Juga: Tindak Lanjut B20 India, Pertamina Akan Kembangkan Bahan Bakar Berbasis Bioenergi
Komitmen itu terkait kerja sama pengembangan dan optimalisasi pipa gas, pengembangan pembangkit listrik tenaga gas, serta pengembangan fasilitas ekspor listrik ke Afrika Selatan yang akan melibatkan Pertamina NRE.
Vice President Pertamina Fadjar Djoko Santoso menambahkan, Pertamina membawa beberapa subholding untuk mendalami potensi kerja sama di Afrika.
Kerja sama-kerja sama tersebut diharapkan makin memperkuat ketahanan energi nasional, sekaligus mewujudkan peran perusahaan sebagai perusahaan energi global.
Baca Juga: Kunjungi Desa Energi Berdikari Pertamina di Keliki, Deputy Secretary of Energy AS Terkesan
"Kami terbuka pada semua peluang kerja sama bisnis yang memiliki dampak positif bagi Pertamina dan bagi negara," jelas Fadjar.
Selain PLTGU dan PLTS, Afrika juga memiliki sumber tenaga panas bumi yang berpotensi menjadi salah satu tujuan investasi Pertamina NRE.