Kabar BUMN - PT Pertamina (Persero) memiliki dua strategi yang sudah dijalankan untuk mengurangi perubahan iklim.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengatakan perusahaan pelat merah berkomitmen dalam menerapkan pembangunan yang berkelanjutan.
Erick Thohir menyebut model pembangunan yang berkelanjutan tak hanya memberikan dampak positif bagi lingkungan, melainkan juga bagi kinerja perusahaan.
"Kita lihat bersama, pembangunan yang berkelanjutan ini menjadi perhatian global."
"BUMN pun tidak boleh ketinggalan sebagai agen pembangunan di Indonesia," kata Erick Thohir.
Erick menilai pembangunan yang berkelanjutan juga dapat menjadi strategi bisnis yang adaptif dengan perubahan zaman dan tantangan global.
Sebagai perusahaan yang berhasil menembus Fortune 500, Erick menilai PT Pertamina (Persero) memiliki banyak peluang kerja sama dalam hal ini.
"Forum AIPF ini tentu menjadi kesempatan bagi Pertamina dalam menjajaki kerja sama dengan investor dan mitra strategis untuk bersama-sama mengembangkan dekarbonisasi hingga transisi energi," ujarnya.
Sebagai perusahaan energi nasional, PT Pertamina (Persero) berperan penting dalam mengurangi perubahan iklim.
Pertamina menjalankan dua strategi utama, yakni upaya dekarbonisasi (pengurangan emisi) pada operasional bisnis eksisting serta membangun dan mengembangkan energi transisi, melalui green business seperti hydrogen, ammonia dan Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS).
Hal tersebut diungkapkan Direktur Keuangan Pertamina Emma Sri Martini, pada Panel Diskusi bertajuk on the Prospect of Green Infrastructure Investment Across Different Areas of the Indo-Pacific, pada acara ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF).
Emma menjelaskan, Pertamina memiliki mandat untuk menjaga kedaulatan energi Indonesia. Namun, lebih dari mandat tersebut.