rilis-bumn

Dirut InJourney: Kolaborasi Negara-Negara ASEAN-Indo-Pacific Jadi Kunci Kebangkitan Pariwisata Indonesia

Jumat, 8 September 2023 | 09:30 WIB
Direktur Utama PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney Dony Oskaria dalam sesi diskusi di ASEAN Indo-Pacific Forum (AIPF), Selasa, 6 September 2023. (DOK. InJourney)

KEK Kesehatan Sanur ini akan dilengkapi dengan sejumlah fasilitas kesehatan berstandar internasional seperti surgery clinic dari Korea Selatan, festility clinic dari Australia, immunology technology Jepang, retirement home dari Korea Selatan, dan sebagainya.

Baca Juga: Tinjau KEK Sanur, Erick Thohir Nilai IHC Menjadi Bagian Penting Dalam Ekosistem Kesehatan Indonesia

InJourney manargetkan pengoperasian KEK Kesehatan Sanur pada akhir 2024.

Selain KEK Kesehatan Sanur, Candi Borobudur menjadi salah satu destinasi pariwisata yang sedang dikembangkan.

InJourney mencanangkan Candi Borobudur sebagai “Spiritual Tourism” salah satunya ialah pilgrim tourism.

Baca Juga: Tingkatkan Wisatawan Mancanegara, InJourney Dorong Candi Borobudur Sebagai Destinasi Spiritual Tourism

Dalam upaya mewujudkannya, InJourney tengah menyelenggarakan “Familiarization Trip Spiritual Borobudur”.

Ini sebagai upaya mengenalkan dan mempromosikan Candi Borobudur sebagai spiritual destination kepada inbound tour operator khususnya dari Thailand dan negara Asia lainnya yang berbasis Buddhist seperti Kamboja.

Dony meyakini bahwa konektivitas penerbangan dan pariwisata antar negara ini dapat memacu pertumbuhan ekonomi dan kawasan.

Baca Juga: Tingkatkan Layanan, TWC Hadirkan Layanan Perpanjang Visa on Arrival di Borobudur

“Bagaimanapun market Indonesia dan Thailand serta Kamboja ini sangat terhubung karena Thailand dan Kamboja memiliki mayoritas umat Buddha terbesar di ASEAN yang berpotensi mengunjungi Candi Borobudur sebagai pusat buddhist temple,” jelas Dony.

Ke depannya, InJourney akan terus membangun kolaborasi dengan negara-negara ASEAN Indo-Pacific terutama dalam hal membuka peluang dalam membangun konektivitas.

“Kami percaya dengan inisiatif-inisiatif kolaborasi yang dilakukan dapat memberikan multiplier effect dan memberikan kontribusi besar antar negara,” tutup Dony.***

Halaman:

Tags

Terkini