“Pembangunan Jalan Tol Bayung Lencir – Tempino Seksi 3 ini merupakan upaya besar pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur transportasi di Indonesia dan tol ini juga dapat memangkas waktu perjalanan yang semula 4 hingga 5 jam menjadi 1,5 jam saja,” terang Tjahjo.
Baca Juga: Dukung Studi Potensi Pasokan Gas dan Injeksi CO2 di Tangguh, BP dan Pertamina Resmi Teken MoU
Meskipun terdapat tantangan yang dihadapi di lapangan seperti percepatan pembangunan yang semula ditargetkan selesai pada Desember 2024 (20 bulan) menjadi pada akhir Juni 2024 (14 bulan) dan desain penanganan tanah lunak pada beberapa lokasi dengan menggunakan PVD+Preloading yang memerlukan waktu tambahan lebih dari 6 bulan, Hutama Karya melakukan upaya review desain untuk mencari penanganan tanah lunak yang waktu pelaksanaannya lebih cepat.
Selain itu, dibutuhkan penetapan lokasi tambahan untuk mengakomodir beberapa lokasi yang Right of Ways (ROW)-nya masih belum memadai.
“Dengan tantangan yang dihadapi, tidak menjadik penghalang bagi perusahaan untuk menyelesaikan proyek ini dengan tepat waktu dan tepat mutu. Harapannya setelah proyek ini selesai masyarakat dapat merasakan manfaat besar seperti terbukanya konektivitas antar daerah Jambi ke Palembang hingga Lampung, meningkatnya sektor pariwisata, dan membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat sekitar,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.***