Kabar BUMN - Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) terus melakukan pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika atau The Mandalika.
Perusahaan member InJourney Group itu memutuskan untuk berkolaborasi dengan Yayasan Gugah Nurani Indonesia (GNI).
Kolaorasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan pedagang asongan dan memberikan edukasi bagi tumbuh kembang anak di kawasan The Mandalika.
Yayasan GNI merupakan organisasi pemberdayaan non-pemerintah yang berbasis pada tujuan Sustainable Development Goals (SDGs).
Baca Juga: Eksplorasi Keindahan Air Terjun Jumog, Surga Tersembunyi di Lereng Gunung Lawu
Kerja sama ini diawali dengan proses assessment peserta dan kegiatan Focus Group Discussion (FGD), dengan melibatkan koordinator pedagang asongan.
Pemerintah desa setempat, yakni Desa Rembitan dan Desa Kuta juga turut dilibatkan.
Hasil dari FGD yang dilakukan dengan para koordinator pedagang asongan dan pemerintah desa mengungkapkan komitmen bersama untuk membentuk Paguyuban Pedagang Asongan yang legal dan berbadan hukum.
Paguyuban Pedagang Asongan yang akan dibentuk ini berfungsi sebagai wadah koordinasi dan advokasi bagi para pedagang asongan di kawasan The Mandalika.
Baca Juga: Jalan-Jalan ke Kampung Batik Kauman di Pekalongan, Beragam Pesona Bisa Dinikmati Sekaligus
General Manager The Mandalika, Molin Duwanno mengatakan ini adalah bentuk Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) pihaknya.
"Kerja sama ini adalah TJSL ITDC yang bernama Program Pembentukan Pusat Belajar Anak & Pembinaan Pedagang Kaki Lima di Bazaar Mandalika & Kuta Beach Park," kaya Molin.
"Kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan ekonomi lokal, memastikan kesejahteraan para pedagang asongan, dan menjaga integrasi kawasan The Mandalika."
"Kami selaku pengelola kawasan The Mandalika akan berperan aktif untuk membantu para pedagang asongan dalam berbagai hal, mulai dari pendataan hingga advokasi untuk penertiban pedagang asongan," sambungnya.