rilis-bumn

Sukses Kurangi 565 Ribu Ton Emisi Karbon, Energi Bersih Pertamina Jangkau 63 Desa

Sabtu, 14 Oktober 2023 | 08:30 WIB
Salah satu Desa Energi Berdikari binaan Pertamina menggunakan panel surya sebagai sumber listrik ramah lingkungan. (Dok. Pertamina)

Seperti di Dusun Cindakko, di Sulawesi Selatan yang berada di ketinggian 600-800 MDPL sehingga belum memiliki Sumber daya Listrik dan cukup sulit terjangkau untuk mobilisasi gas.

Baca Juga: Perwira Pertamina Raih Penghargaan Satyalancana Wira Karya dan Penghargaan Dharma Karya Energi ESDM

Masyarakat menggunakan energi terbarukan untuk listrik produksi produk UMKM madu dan olahan makanan dari hasil hutan.

Sementara di Desa Bunyu Timur di Kalimantan Utara, dan Desa Prangkat Baru di Kalimantan Timur, energi bersih digunakan untuk mendukung aktivitas pertanian dan peternakan.

Sedangkan di Desa Saliki, Kalimantan Timur, Energi Terbarukan dapat mendukung kebutuhan akses air warga setempat, di mana akses Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) setempat tidak terjangkau.

Baca Juga: Perkuat Bisnis Perkapalan, Pertamina Trans Kontinental Tambah 2 Armada Landing Craft Tank

Di Desa Sruni, Jawa Tengah masyarakat menggunakan sarana dan prasarana pemanfaatan energi terbarukan untuk menyalurkan hasil biogas dari Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) ke rumah-rumah warga.

Program Desa Energi Berdikari dijalankan Pertamina sejak 2019 dan telah menghasilkan manfaat 210.950 wp energi Pembangkit Listrik Tenaga Surya, 605.000 m3/tahun energi biogas dan gas metana, 8.000 watt energi microhydro, 6.500 liter energi biodiesel per tahun, serta 16.500 wp energi hibrida.

Desa Energi Berdikari juga turut berperan dalam pemenuhan kebutuhan energi masyarakat dan memberikan dampak perekonomian bagi 3.201 kepala keluarga dengan total multiplier effect sebesar manfaat Rp1,8 miliar per tahun.

Baca Juga: Sambut Antusiasme MotoGP Mandalika, Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman di Pulau Lombok

“Program Desa Energi Berdikari Pertamina sejalan dengan SDGs poin 7 (Energi Bersih dan Terjangkau), poin 8 (Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi), dan Poin 13 (Penanganan Perubahan Iklim),” tandas Fadjar.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina.***

Halaman:

Tags

Terkini