rilis-bumn

Gandeng Partner Tier-1, PLN Group Siap Produksi Solar Panel dengan Teknologi Mutakhir

Sabtu, 14 Oktober 2023 | 18:30 WIB
Penandatanganan shareholders agreement menjadi tonggak dimulainya upaya sinergis menuju karbon netral di masa depan melalui pengembangan industri EBT di Indonesia. (Dok. PT PLN)

Kabar BUMN - PT PLN (Persero) melalui PLN Indonesia Power Renewables melakukan penandatanganan shareholders agreement joint venture bersama Trina Solar, Sinar Mas dan Agra Surya Energi sebagai milestone masuknya PLN ke dalam industri manufaktur energi baru terbarukan (EBT).

Penandatanganan kepemilikan sebagian saham ini dilakukan pada Rabu, (11/10) di Hotel Grand Hyatt Jakarta.

Perusahaan gabungan antara PLN Indonesia Power Renewables dengan PT Trina Daya Agra Energy (TDAE) ini nantinya akan memproduksi sel dan panel surya.

Baca Juga: Segarnya Berenang di Telaga Sunyi, Kolam Alami di Baturraden yang Airnya Berasal dari Gunung Slamet

Di mana TDAE adalah gabungan Trina Solar Co. Ltd. dan joint venture antara PT Dian Swastatika Sentosa dan PT Agra Surya Energy.

Saat ini, pembangunan Pabrik Sel dan Panel Surya terbesar di Indonesia tengah dilakukan di Kawasan Industri Kendal, Jawa Tengah.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan rasa bangga dan apresiasinya atas kolaborasi tersebut.

Dirinya pun berharap kolaborasi yang kuat ini sebagai kunci utama upaya menyelamatkan bumi dari perubahan iklim.

Baca Juga: Syarat dan Cara Ikut Undi-Undi Hepi Telkomsel Agar Bisa Menang Mitsubishi Xpander Cross

”Hari ini adalah hari yang bersejarah, Saya sangat mengapresiasi dan bangga atas terjalinnya kolaborasi ini. Untuk melakukan transisi energi kami tidak bisa sendiri, dibutuhkan kolaborasi dengan berbagai pihak baik dari sisi kebijakan, teknologi, inovasi, dan investasi, karena masalah iklim merupakan permasalahan global,” ujar Darmawan dalam sambutannya Rabu, (11/10).

Darmawan menjelaskan, pihaknya akan memberikan upaya terbaiknya dalam perusahaan joint venture tersebut.

Hal ini sejalan dengan potensi energi surya di Indonesia yang sangat besar mencapai 207 Gigawatt (GW).

”Dengan cara seperti ini kolaborasi akan berlangsung jangka panjang dalam upaya mengembangkan industri EBT dalam negeri. Hal ini juga akan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia, sekaligus membangun kapasitas nasional,” lanjut Darmawan.

Baca Juga: Indonesian GP 2023: Kualitas Sirkuit Mandalika Tuai Pujian Pembalap dan FIM

Halaman:

Tags

Terkini