Kabar BUMN – PT Aviasi Pariwisata Indonesia atau InJourney berkomitmen untuk terus mengembangkan destinasi pariwisata Mandalika setelah kesuksesan pelaksanaan MotoGP seri Grand Prix of Indonesia 2023 atau Indonesian GP 2023.
Sebelumnya, InJourney Group dengan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak telah sukses menyelenggarakan Indonesian GP, yang mampu menyedot 103 ribu penonton.
Dalam rangka mendukung pengembangan sport tourism, InJourney Group telah mempersiapkan sejumlah fasilitas tambahan di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika.
Baca Juga: Menyenangkan Sekaligus Menantang, Ini 8 Tips Sebelum Mendaki Gunung bagi Pemula
“InJourney Group berkomitmen untuk terus mengembangkan KEK Mandalika sehingga dapat menjadi pusat pariwisata kelas dunia. Pengembangan KEK Mandalika perlu terus didorong karena terbukti telah memberikan dampak ekonomi yang diberikan sangat signifikan, baik untuk perekonomian lokal Nusa Tenggara Barat (NTB), maupun secara nasional,” ujar Direktur Utama InJourney, Dony Oskaria.
Melalui Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), member dari InJourney Group, InJourney telah melakukan percepatan pengembangan KEK Mandalika sebagai kawasan pariwisata terintegrasi seluas 1.174 ha, yang meliputi pembangunan infrastruktur dasar berupa akses jalan kawasan (termasuk dengan sirkuit) yang terbangun kurang lebih sepanjang 42 km, Utility Duct sepanjang 11 km, ground water tank dengan total kapasitas 23.000 m3, Water Treatment Plant, Waste Water Treatment Plant, jaringan listrik.
Lebih lanjut, pengembangan destinasi KEK Mandalika juga telah dilengkapi hotel bintang 5 seperti Pullman Lombok Merujani Mandalika Beach Resort dan fasilitas pendukung lainnya serta Jalan Kawasan Khusus (JKK) yang digunakan sebagai sirkuit penyelenggaraan event otomotif internasional termasuk gelaran MotoGP dan World Superbike (WSBK).
Dalam hal konektivitas, melalui PT Angkasa Pura I (AP1) sebagai pengelola Bandara Lombok yang juga member InJourney Group, telah melakukan pengembangan pada Bandara Lombok.
Pengembangan tersebut di antaranya berupa perpanjangan landas pacu menjadi 3.300 meter serta peningkatan daya dukung sehingga mampu melayani operasional pesawat berbadan besar sekelas Boeing 777.
Tidak hanya itu, apron dan terminal penumpang diperluas menjadi berkapasitas 7 juta penumpang per tahun.
Dilakukan juga pembangunan pelataran kargo seluas 6.000 meter persegi yang dapat menampung 40 truk kargo untuk mendukung arus logistik.
Keandalan infrastruktur tersebut telah terbukti mampu mendukung kesuksesan pelaksanaan event World Superbike (WSBK) dan Indonesian GP dari tahun ke tahun.