Di samping itu, Darmawan menegaskan program co-firing bukan hanya upaya dalam mengurangi emisi karbon, tetapi juga mendukung ekonomi kerakyatan.
Baca Juga: Berjalan Sukses, Pemerintah Apresiasi Kerja PLN Layani Listrik MotoGP Mandalika 2023
Dalam pelaksanaannya, co-firing juga melibatkan masyarakat dalam penyediaan biomassa sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi kerakyatan sebagaimana prinsip Environmental, Social and Governance (ESG).
Untuk itu, Darmawan mengajak masyarakat untuk terlibat aktif dalam menyediakan rantai pasok biomassa program co-firing ini.
Biomassa yang dipergunakan di antaranya sawdust atau serbuk gergaji, serpihan kayu, cangkang sawit, bonggol jagung, dan bahan bakar jumputan padat.
Baca Juga: Raih Runner Up Livoli Divisi I 2023, Tim Lombok Elektrik PLN Naik Level ke Divisi Utama
"Dalam menyediakan rantai pasok ini, kami menjalin kerja sama dengan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah hingga kelompok masyarakat.
"Sehingga program ini memiliki dampak ekonomi untuk masyarakat secara langsung,” tutup Darmawan.***