Baca Juga: 4 Tahun Transformasi KAI Sebagai Wujud BUMN untuk Indonesia Maju
Dengan strategi tersebut, diharapkan dapat mendukung ketahanan pangan nasional yang diukur berdasarkan 4 (empat) indikator, yakni keterjangkauan harga pangan (affordability), ketersediaan pasokan (availability), kualitas nutrisi (quality and safety), serta keberlanjutan dan adaptasi (sustainability and adaptation).
Pada tahun 2022, Nusindo berhasil melakukan penjualan sebesar Rp4,69 triliun meningkat dibanding tahun sebelumnya sebesar Rp4,2 triliun.
Penjualan tersebut, terdiri dari 53,36% Food dan 46,6% Non- Food.
Adapun, realisasi hasil penjualan lini usaha bidang food sebesar Rp2,50 triliun atau 166,28 persen dari anggaran sebesar Rp1,51 triliun dan meningkat 45,45% dari realisasi hasil penjualan tahun 2021 yang sebesar Rp1,72 triliun.
Sementara itu, lini usaha bidang pangan tahun 2022 memberikan kontribusi sebesar 53,36 persen dari seluruh pendapatan hasil penjualan.
Selain itu, realisasi hasil penjualan lini usaha bidang non food sebesar Rp2,19 triliun atau 71,46 persen dari anggaran sebesar Rp 3,06 triliun.
Sedangkan, lini usaha bidang Non Food tahun 2022 memberikan kontribusi sebesar 46,64 persen dari seluruh pendapatan hasil penjualan.
"Hal ini dipengaruhi oleh berubahnya pandemi covid menjadi endemi, yang berakibat penjualan produk-produk covid sudah sangat berkurang," katanya.
Sebagai informasi, pada tahun 2023, PT Rajawali Nusindo telah mencanangkan target pendapatan penjualan sebesar Rp5,2 triliun atau tumbuh 10,9 persen dari realisasi tahun 2022.
Sementara itu, target EBITDA pada tahun 2023 sebesar Rp326,9 milyar naik 16 persen dibandingkan dengan realisasi EBITDA tahun 2022 sebesar Rp281,22 milyar.