Ruam kulit ini dapat berupa bintik-bintik, lepuhan, atau benjolan.
dr. Harsha menjelaskan bahwa cacar monyet dapat ditularkan melalui kontak langsung dengan cairan tubuh penderita, seperti darah, air liur, dan cairan dari lepuhan kulit.
Penyakit ini juga dapat ditularkan melalui kontak dengan benda yang terkontaminasi virus, seperti pakaian, handuk, atau tempat tidur penderita.
"Cacar monyet tidak menular melalui udara, tetapi dapat menyebar melalui udara jika penderita batuk atau bersin," jelas dr. Harsha.
Baca Juga: Tingkatkan Pelayanan, IHC Resmi Luncurkan Call Center Rumah Sakit 24 Jam
Menurutnya, penyakit cacar monyet dapat dicegah dan diobati.
Jika mengalami gejala atau memiliki riwayat kontak dengan terinfeksi, segera hubungi fasilitas kesehatan terdekat dan lakukan pemeriksaan.
Jika terdiagnosis, ikuti anjuran dokter dan jalani isolasi dan pengobatan dengan baik.
Baca Juga: Polusi Udara di Jakarta Meningkat, IHC Bagi-bagi Tips Menjaga Kesehatan
Jika berisiko tinggi tertular Mpox, pertimbangkan untuk mendapatkan vaksinasi cacar, kemudian hubungi fasilitas kesehatan terdekat.
Lebih lanjut menurutnya tidak ada pengobatan khusus untuk cacar monyet.
Namun, gejala dapat diobati dengan obat-obatan untuk mengurangi rasa sakit dan gatal dan obat antibiotik jika ada infeksi sekunder.
Pengobatan harus dilakukan di bawah pengawasan dokter, isolasi segera dilakukan untuk setiap kasus Mpox.
“Jangan panik tetap waspada dan jaga pola hidup sehat,” jelasnya lagi.***