“Selain itu, kami juga mempersiapkan personil siaga, fasilitas tambahan lainnya dan strategi anti-macet demi keamanan dan kenyamanan pengguna jalan tol,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Baca Juga: Dukung Ketahanan Pangan, Hutama Karya Garap Proyek Bendungan Karangnongko di Bojonegoro
Hingga November 2023 ini, Hutama Karya telah mengoperasikan sepanjang 708 km jalan tol yang terdiri dari Tol Bakauheni - Terbanggi Besar (140 Km), Terbanggi Besar – Pematang Panggang – Kayu
Agung (189 Km), Tol Bengkulu – Taba Penanjung (18 Km), Tol Palembang – Indralaya (22 Km), Tol Indralaya – Prabumulih (64,5 Km), Tol Pekanbaru – Dumai (132 Km), Tol Pekanbaru – Bangkinang
(31 Km), Tol Medan - Binjai (17 Km), Tol Binjai Langsa Seksi 1 (Binjai – Stabat) & Seksi 2 Segmen Stabat – Kwala Bingai (19,5 Km) dan Tol Sigli – Banda Aceh Seksi 2 – 6 (Seulimeum – Baitussalam) (50 Km) serta Tol JORR Seksi S (14,25 Km) dan Tol Akses Tanjung Priok (ATP) (11,4 Km) yang berada di Pulau Jawa.
Sebagai tambahan informasi, saat ini Tol Bakauheni - Terbanggi Besar dioperasikan oleh PT Bakauheni Terbanggi Besar Tollroad dan Tol Medan - Binjai dikelola oleh PT Medan - Binjai Tollroad yang merupakan anak perusahaan PT Indonesia Investment Authority sehingga sudah tidak dikelola oleh Hutama Karya.
Hutama karya menghimbau kepada seluruh pengguna jalan untuk berkendara sesuai dengan tata tertib dan ketentuan yang berlaku di jalan tol.
Berkendara dengan kecepatan minimum 80 km/jam dan maksimum 100 km/jam, dan tidak menggunakan bahu jalan kecuali dalam keadaan darurat.
Pengguna jalan diminta untuk segera beristirahat di tempat istirahat terdekat apabila merasa mengantuk, dan apabila terdapat keluhan atau melihat tindak kejahatan yang ada di jalan tol, agar segera melapor ke Call Centre masing-masing ruas tol.***