rilis-bumn

Mantap Terapkan ESG, KAI Lakukan Berbagai Aksi Nyata untuk Ekosistem Transportasi Berkelanjutan

Kamis, 9 November 2023 | 19:15 WIB
Tak hanya fokus mencetak profitabilitas yang optimal, KAI konsisten mengedepankan prinsip-prinsip ESG dalam menjalani bisnis sehingga dapat menciptakan ekosistem tranportasi berkelanjutan. (DOK. KAI)

Kabar BUMN - Pasca pandemi Covid-19, PT Kereta Api Indonesia (Persero) semakin kuat dan sehat dalam menjalankan standar pelayanan dan keamanan.

Hingga Kuartal III 2023, KAI berhasil mencetak laba bersih Rp1,51 triliun, naik 20% dibandingkan periode yang sama tahun 2022 sebesar Rp1,26 triliun.

Tak hanya fokus mencetak profitabilitas yang optimal, KAI konsisten mengedepankan prinsip-prinsip Environment, Social, Governance (ESG) dalam menjalani bisnis sehingga dapat menciptakan ekosistem transportasi berkelanjutan.

Baca Juga: Jangan Lewatkan! KAI Buka Rekrutmen di Job Fair UGM Tanggal 11-12 November 2023

EVP of Corporate Secretary KAI Raden Agus Dwinanto Budiadji mengatakan, berbagai aksi nyata telah KAI lakukan untuk menerapkan ESG.

Seperti pemakaian bio solar untuk kereta api, penggunaan panel surya di stasiun dan perkantoran, serta kegiatan-kegiatan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) di bidang lingkungan hidup ataupun pendampingan UMKM.

“Kereta api merupakan moda transportasi yang berkelanjutan. Di era yang mengedepankan ESG ini, kereta api akan menjadi pendorong utama untuk angkutan berbasis environment,” kata Agus.

Baca Juga: KAI dan Stakeholders Jamin Pelayanan di Stasiun LRT Jabodebek Tetap Berjalan Baik

KAI telah menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) atau solar panel di Stasiun Gambir dan gedung Jakarta Railway Center. Ke depan, KAI akan memasang solar panel di 40 stasiun dan 2 balai yasa.

Pemasangan Solar Panel ini merupakan upaya transisi energi yang dilakukan KAI dengan menggunakan Energi Baru Terbarukan (EBT) untuk suplai energi listrik di berbagai aset KAI.

Adapun untuk bahan bakar kereta api, saat ini KAI telah menggunakan Biosolar B30 yang berarti 30 persen dari campuran tersebut terdiri dari bahan bakar yang berasal dari sumber nabati atau organik, seperti dari minyak kelapa sawit, jarak, ataupun dari beragam bahan organik lainnya.

Baca Juga: KAI Raih 2 Penghargaan Anugerah Humas Indonesia 2023

Biosolar B30 ini memiliki emisi gas buang yang lebih rendah, sehingga dapat membantu mengurangi polusi udara. Bahkan di beberapa titik di Sumatera KAI sudah menggunakan Biosolar B35 yang berarti tingkat ramah lingkungannya lebih tinggi.

Salah satu kelebihan kereta api yaitu kapasitasnya yang sangat besar. Satu gerbong bisa mengangkut 50 ton barang atau seukuran 2 truk kontainer. Bahkan, satu rangkaian KA angkutan batu bara di Sumatera bagian selatan dapat menarik 60 gerbong atau 3.000 ton sekaligus.

Halaman:

Tags

Terkini