Sementara itu, CerviScan yang diperkenalkan di awal 2023 ini, diharapkan bisa menurunkan angka kanker serviks di Indonesia sesuai dengan target WHO dan Kemenkes.
Baca Juga: Bio Farma Raih Penghargaan Keterbukaan Informasi Publik “The Most Popular BUMN by Audience”
“Bahkan, saat ini Bio Farma sudah bekerjasama dengan kurang lebih 80 laboratorium dan fasilitas kesehatan yang tersebar di seluruh Indonesia” tambah Sri.
Metode deteksi kanker serviks menggunakan urine ini mirip dengan uji Covid-19. Sampel urine akan diproses lewat mesin Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan reagen produk Bio Farma.
Hasil uji laboratorium bisa mendeteksi kanker serviks dengan akurasi sekitar 95 persen.***