Kabar BUMN - PT Hutama Karya (Persero) (Hutama Karya) kembali mengantongi dua kontrak proyek baru dalam pembangunan infrastruktur Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Kedua kontrak ini menambah portofolio Hutama Karya di IKN yang kini totalnya berjumlah 6 proyek.
Dua kontrak tersebut terkait pembangunan konstruksi Sarana Prasarana Pemerintahan IB dan Jaringan Perpipaan Air Limbah 1 dan 3 Kawasan Inti Pusat Pemerintahan Ibu Kota Negara (KIPP IKN).
Penandatanganan kontrak terkait dua proyek itu sendiri telah dilaksanakan di Balikpapan pada Selasa dan Rabu (14-15/11/2023).
Pembangunan konstruksi Sarana Prasarana Pemerintahan IB diawali dengan kegiatan penandatanganan oleh Executive Vice President (EVP) Divisi Gedung Hutama Karya, Nyoman Endi, Kepala Balai Prasarana Permukiman Kaltim, Rozali Indra Saputra, dan Kasatker Pelaksanaan Prasarana Permukiman Prov. Kaltim, Anwar Rahmad.
Sementara untuk proyek Jaringan Perpipaan Air Limbah 1 dan 3 KIPP IKN dimulai dengan penandatanganan kontrak oleh EVP Divisi Sipil Umum Hutama Karya, Ari Asmoko dan sejumlah pejabat terkait PUPR.
Dilansir dari ANTARA, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono menyebutkan bahwa pembangunan IKN Nusantara menunjukkan komitmen Indonesia dalam pembangunan kota berkelanjutan.
“Kementerian PUPR berperan signifikan dalam memastikan ketersediaan infrastruktur dasar seperti akses jalan, suplai air, dan kantor-kantor pemerintah,” ujar Basuki dalam sambutannya pada acara Hunindotech 4.0, di Jakarta, Selasa (14/11/2023).
Sejalan dengan hal itu, Hutama Karya menguatkan perannya untuk turut andil dalam akselerasi pembangunan kawasan IKN Nusantara.
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo menjelaskan dua kontrak proyek ini berasal dari segmen gedung dan sanitasi.
“Untuk pembangunan Sarana Prasarana Pemerintahan IB ini merupakan pembangunan terintegrasi yang akan menunjang Kawasan Istana Kepresidenan, sementara proyek Jaringan Perpipaan Air Limbah 1 dan 3 KIPP IKN ini singkatnya berfungsi untuk mengalirkan limbah ke tempat pemrosesan dengan efisien,” ujar Tjahjo.