rilis-bumn

639 Lulusan IT PLN Siap Jawab Kebutuhan Kompetensi SDM untuk Transisi Energi

Rabu, 22 November 2023 | 08:00 WIB
Suasana wisuda mahasiswa IT PLN yang akan menjadi salah satu sumber daya manusia (SDM) unggul dalam menjawab kebutuhan SDM Indonesia menyongsong transisi energi. (DOK.PT PLN (Persero))

Di sisi lain, Rektor IT PLN Iwa Garniwa mengungkapkan bahwa tema wisuda "Applied University Empowering Great Expert Leader in The Global Industry" berarti menegaskan posisi IT PLN sebagai kampus yang mencetak lulusan siap kerja.

"Kita bukan hanya mencetak sarjana, namun mencetak SDM yang kompeten dan mumpuni agar siap menjadi expert leader di industri global. Ini bukan sekedar slogan yang berhenti di tataran wacana, namun kita sungguh-sungguh dalam mewujudkannya,” katanya.

Baca Juga: Tutorial Cara Beli Tiket GDA 2024 Melalui Livin’ by Mandiri, Paket VIP Eksklusif Tersedia Mulai Tanggal 23 November 2023

Iwa melanjutkan bahwa IT PLN menerapkan kurikulum pendidikan 4 – 4 – 2 yang artinya 40% teori, 40% problem solving dan 20% kuliah industri. Dengan demikian belajar di IT PLN bukan sekedar belajar teori namun juga belajar menyelesaikan masalah dan merasakan langsung dinamika dunia industri.

Orasi Ilmiah The New Paradigm

Dalam wisuda ini juga disampaikan orasi ilmiah mengenai paradigma baru (The New Paragidm) oleh Menteri ESDM 2017 - 2019, Ignasius Jonan. Dirinya turut berpesan kepada seluruh wisudawan untuk menetapkan tujuan meraih cita-cita.

Baca Juga: Yuk Ikutan Loko Giveaway, Ada Hadiah Suvenir Eksklusif dari KAI, Begini Caranya

Jonan menyampaikan, mengutip artikel The Heart of Business yang ditulis Hobert Joly di Harvard Business Review, terdapat empat hal besar yang harus diperhatikan.

Menteri ESDM periode tahun 2017 - 2019, Ignasius Jonan saat menyampaikan orasi ilmiah mengenai paradigma baru (The New Paragidm) kepada seluruh wisudawan untuk menetapkan tujuan meraih cita-cita. (DOK.PT PLN (Persero))

Pertama dunia membutuhkan apa (what the world needs). Kedua apa keunikan sebuah perusahaan tersebut (what your company is uniquely good at). Ketiga bagaimana bisa menciptakan nilai ekonomis (how your company can create economic value).

Menurut Jonan, di era bonus demografi sebuah organisasi atau perusahaan itu harus memiliki nilai ekonomis. Begitu juga dalam bekerja, baik itu di sektor pemerintahan, pendidikan, dan lainnya. Menurutnya, kalau tidak ada nilai ekonomisnya organisasi tidak akan berkembang.

Baca Juga: Mobil Damkar PTPN V Perkuat Komitmen Perusahaan Bebas Kebakaran

"Tiga hal yang diatas saya paham, dari mulai tahun 80’an sejak saya bekerja. Namun yang keempat adalah apa yang disukai oleh orang-orang yang bekerja di perusahaan (what your people at your company are passionate about),” imbuhnya.

Jonan mengatakan bahwa para pengajar (akademisi) yang membimbing generasi muda atau gen Z itu memahami bahwa generasi milenial dalam bekerja atau berkarya atas dasar passion bakat dan minat.

“Generasi milenial sekarang bekerja bukan hanya atas dasar pendidikan melainkan passion -nya. Ini menurut saya penting,” kata Jonan.***

Halaman:

Tags

Terkini