“PLN dan KLHK memiliki tujuan dan tugas yang sama, yaitu menyelamatkan lingkungan di muka bumi ini dan menuju NZE.
Baca Juga: Sediakan Kendaraan Dinas yang Efisien dan Ramah Lingkungan, PLN Lakukan Kerja Sama dengan Blue Bird
“Selama ini kami sangat berterima kasih karena telah mendapat dukungan penuh dari Menteri KLHK, Ibu Siti Nurbaya dan seluruh jajaran,” papar Darmawan.
PLN telah merancang Accelerated Renewable Energy Development (ARED) yang akan mengatasi tantangan tersebut.
Melalui ARED, PLN akan mengembangkan green enabling transmission line dan smart grid yang menghubungkan listrik antarpulau di Indonesia, yaitu Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, dan Bali.
Baca Juga: Terus Berikan Layanan Bekelas Dunia, Contact Center PLN Raih 8 Penghargaan Internasional
Sehingga, listrik dari energi terbarukan dapat dimanfaatkan secara maksimal.
Dengan pembangunan tersebut, penambahan kapasitas pembangkit EBT bisa meningkat dari 22 gigawatt (GW) menjadi 61 GW pada 2040.
“Pembangunan transmisi tersebut tentu membutuhkan dukungan KLHK, karena akan melewati kawasan-kawasan hutan.
Baca Juga: 639 Lulusan IT PLN Siap Jawab Kebutuhan Kompetensi SDM untuk Transisi Energi
“Ini harus direncanakan dan dikoordinasikan dengan baik agar seluruh pembangunannya bisa sesuai dengan regulasi,” pungkas Darmawan.
Seluruh upaya yang dilakukan ini menjadi wujud komitmen, bahwa PLN tidak hanya berfokus dalam menyediakan listrik namun bertanggung jawab dalam perubahan iklim di Indonesia dengan menjadi lokomotif transisi energi dalam menyongsong visi Indonesia Emas 2045.***