Kabar BUMN - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) meraih hak paten atas produk white clay (tanah liat putih) yang dikembangkan melalui PT Semen Baturaja Tbk (SMBR), yang berlaku sejak 13 Oktober 2023.
Hak paten dengan Nomor Paten IDP000090055 diterbitkan Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (KemenkumHAM) Republik Indonesia.
Diberikan kepada SMBR atas penemuan berupa “Proses Produksi White Clay sebagai Bahan Baku Pupuk NPK.”
Baca Juga: Kelola 61% Pasar Semen Jawa Timur, SIG Gelar Retail Gathering Guna Perkuat Sinergi dengan Pelanggan
Atas paten yang diajukan sejak 9 Februari 2021 itu SMBR menjadi perusahaan semen pertama di Indonesia yang berhasil menghasilkan white clay sebagai produk sampingan.
White clay merupakan salah satu bahan baku penting dalam pembuatan pupuk NPK (Nitrogen, Phosphat, Kalium), yang berfungsi sebagai perekat antara unsur nitrogen, fosfor, dan kalium yang menjadi penyusun pupuk NPK.
Corporate Secretary SIG Vita Mahreyni mengatakan, perolehan hak paten ini memperkuat peluang bisnis SIG dari optimalisasi sumber daya dan proses produksi yang efisien.
Baca Juga: Perkuat Sinergi BUMN untuk Peningkatan TKDN, SIG dan PTPL Kolaborasi Pengembangan Pelumas Industri
“Apa yang dilakukan oleh SMBR, merupakan realisasi salah satu fokus strategis perusahaan pada pengembangan bisnis dan produk yang juga mendukung tercapainya visi kami menjadi penyedia solusi bahan bangunan terdepan di regional,” tutur Vita.
SMBR telah menjajaki potensi bisnis white clay sejak 2019 sebagai salah satu strategi menghadapi tantangan kelebihan kapasitas di industri semen.
SMBR telah melakukan penelitian dan pengembangan proses produksi white clay selama beberapa tahun, hingga akhirnya proses produksi tersebut dinilai lebih efisien dan menghasilkan white clay dengan kualitas yang lebih baik.
Baca Juga: Selamat, SIG Raih Peringkat Emas pada Ajang SNI Award 2023
Direktur Utama SMBR Suherman Yahya, mengatakan hak paten ini menjadi salah satu pencapaian penting bagi perusahaan. "Hak paten ini merupakan bukti komitmen SMBR untuk terus berinovasi dan menghasilkan produk dan produk turunan yang berkualitas," ujarnya.
Hingga triwulan III tahun 2023, pendapatan dari penjualan white clay meningkat sebesar 13% menjadi Rp27,62 miliar dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.