Ajang ini digelar dengan tujuan untuk mengidentifikasikan faktor-faktor penentu kesuksesan transformasi human capital, serta mengukur dan menilai kinerja sekaligus keefektivitasan strategi human capital agar semakin unggul, profesional, kompetitif, akuntabel dan menjadi penyeimbang daya saing sebagai negara di pasar domestik maupun internasional.
Dalam upaya untuk terus meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia, TASPEN menyelenggarakan beragam program pengembangan karyawan.
Program yang dimaksud antara lain Taspen Employee Achievement Scholarship Program (TEACH) yakni beasiswa khusus bagi Insan TASPEN, serta Corporate Leadership Training (CLT) untuk seluruh Insan TASPEN di Indonesia, dan sertifikasi karyawan guna mendukung proses bisnis perusahaan.
TASPEN juga memiliki Human Capital Information System (HCIS) yang merupakan sistem terintegrasi yang berfungsi untuk menunjang dan mengukur produktivitas kinerja SDM TASPEN secara real, valid, dan reliable.
Baca Juga: Wujudkan Impian ASN Miliki Rumah Pribadi, TASPEN dan Pemkot Surakarta Hadirkan Program ASN Housing
Selain telah meningkatkan produktivitas kinerja SDM secara nyata, TASPEN juga turut meningkatkan emansipasi perempuan melalui Program Srikandi TASPEN.
Srikandi TASPEN merupakan wujud dukungan lebih lanjut bagi perempuan di lingkungan TASPEN untuk mendapat kesempatan yang sama dalam berkarya dan mengembangkan kariernya dengan menyediakan fasilitas pendukung seperti, bantuan biaya persalinan, cuti bersalin, dan lainnya.
“Saat ini, TASPEN memiliki 1.425 karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Baca Juga: Kampung Wisata Ulos Taspen Tingkatkan Dampak Perekonomian di Destinasi Pariwisata Super Prioritas
“Kami berkomitmen untuk terus berinovasi dalam meningkatkan SDM TASPEN guna memberikan serta menghadirkan pelayanan yang terbaik bagi seluruh peserta TASPEN," tutup Ovita.***