Kabar BUMN - Kukuhkan kolaborasi strategisnya dengan Uni Emirat Arab (UEA), PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) optimalkan kantor cabang penuh di Dubai untuk memfasilitasi dan meningkatkan hubungan ekonomi, bisnis dan perdagangan antara Indonesia dengan UEA maupun kawasan Timur Tengah dan Afrika melalui layanan keuangan syariah.
Direktur Utama BSI Hery Gunardi mengatakan, dengan perolehan izin usaha kantor cabang penuh, BSI akan memiliki fleksibilitas yang lebih besar dalam menjalankan bisnis internasional.
Lisensi tersebut membuka peluang untuk berbagai kegiatan, antara lain trade finance seperti letter of credit (LC) ekspor dan impor, pembiayaan korporasi termasuk sindikasi dengan kapasitas skala internasional.
Baca Juga: Dukung Indonesia Net Zero Emission, BSI Lakukan Gerakan Hijau Secara Menyeluruh
Termasuk aktivitas arranging dan advising untuk menjembatani investasi global untuk dapat masuk ke Indonesia melalui sejumlah instrument keuangan dan perbankan.
Hery juga menekankan, fokus akan diberikan kepada Indonesia related corporations dalam semangat sebagai Indonesia incorporated.
Dengan demikian, langkah ini tidak hanya akan meningkatkan kualitas layanan BSI, tetapi juga memperluas dampaknya untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional di skala global.
Baca Juga: BSI Optimis Dapat Menorehkan Kinerja Positif pada Tahun 2024
"Peningkatan kantor cabang ini tidak hanya memperkuat posisi BSI di Timur Tengah, tetapi juga meningkatkan kapasitas kami untuk menawarkan rangkaian layanan dan produk yang komprehensif kepada nasabah di Dubai," ungkap Hery.
Langkah strategis mendirikan Kantor Cabang Penuh BSI di Dubai tidak hanya menjadi wujud penguatan kemitraan dengan UEA dan Arab Saudi, tetapi juga mendukung eksportir dan perusahaan Indonesia dalam mengembangkan bisnis di wilayah Timur Tengah termasuk UMKM.
Hery menegaskan ekspansi dan layanan BSI di UEA sejalan dengan komitmen bank untuk mendukung ekosistem Global Halal Hub.
Baca Juga: BSI Targetkan Peresmian Green Building di Aceh Awal Tahun 2024
Dengan memanfaatkan posisi strategis di Dubai, BSI diharapkan dapat menjadi pemain utama yang menghubungkan Indonesia dengan pusat ekonomi syariah dunia, dengan potensi pangsa pasar mencapai 10%-20% dari volume perdagangan ekspor-impor senilai US$4-5 miliar.
Dalam konteks Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Uni Emirat Arab (IUAE-CEPA), BSI optimis mampu mendukung ekspor pengusaha lokal ke UEA dan sekitarnya.