rilis-bumn

Dukung Pemerataan Pendidikan Disabilitas, Telkom Beri Bantuan ke 50 SLB di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan

Selasa, 5 Desember 2023 | 15:30 WIB
Penyerahan simbolis bantuan PC Multimedia dan Aplikasi i-CHAT dari perwakilan Community Development Center Telkom (kiri) kepada SLB Negeri Gedangan, Sidoarjo. (Dok. Telkom)

“Dengan harapan, setiap anak penyandang disabilitas mampu mengeksplorasi diri secara maksimal tanpa adanya kesenjangan komunikasi sebagai penghambat,” kata SGM Community Development Center Telkom, Hery Susanto.

Baca Juga: Telkom Hadirkan Program Partnership OCA, Media Bagi Pengusaha Kembangkan Bisnis Layanan Komunikasi

Penyerahan simbolis bantuan PC Multimedia dan Aplikasi i-CHAT dari perwakilan Community Development Center Telkom (kiri) kepada SLB Negeri Pringsewu, Lampung. (Dok. Telkom)

Di Indonesia, terhitung sejak tahun 2020 terdapat sekitar 144.621 anak berkebutuhan khusus yang tercatat menempuh pendidikan dengan detail persebaran 82.326 anak berkebutuhan khusus yang mengenyam pendidikan SD, 36.884 anak menempuh jenjang SMP dan 25.411 anak berada di jenjang SMA.

Seluruh anak tersebut tentunya mempunyai hak yang sama untuk mendapatkan pendidikan yang berkualitas.

Namun faktanya, masih banyak ditemukan SLB yang kekurangan fasilitas sarana dan prasarana yang menyebabkan proses belajar-mengajar terhambat.

Baca Juga: Ajak Generasi Muda Bangun Masa Depan Berkelanjutan, Telkom Kembali Gelar Kompetisi Sociopreneurship Innovillage

Mengutip data dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, terdapat sekitar 13.000 sekolah SLB di Indonesia.

Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 30% yang memiliki fasilitas yang memadai.

Kondisi ini nyatanya berlawanan dengan Peraturan Pemerintah nomor 13 tahun 2020 tentang akomodasi yang layak untuk peserta didik penyandang disabilitas.

Baca Juga: Telkom Luncurkan Program ESG 2024 sebagai Bagian Transformasi TelkomGroup

Untuk itu, sebagai perusahaan telekomunikasi digital terdepan sekaligus milik negara, Telkom berkomitmen untuk senantiasa menjalankan program tanggung jawab sosial khususnya dalam hal inklusivitas pendidikan.

Diharapkan melalui bantuan ini, ke depannya akan semakin banyak anak-anak penyandang disabilitas yang memiliki kesempatan yang setara untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial bermasyarakat.***

Halaman:

Tags

Terkini