Partisipasi Hutama Karya dalam ajang tingkat ASEAN ini berhasil mengalahkan 38 proyek dari seluruh ASEAN. Hal ini juga merupakan salah satu upaya untuk mengetahui tingkat maturitas perusahaan dalam implementasi digitalisasi konstruksi.
Baca Juga: Tak Hanya untuk Pesan Tiket Kereta Api, Berikut Cara Pesan Hotel Lewat Aplikasi Access by KAI
Sejumlah perwakilan Hutama Karya turut hadir dalam penerimaan penghargaan ini, serta penerimaan penghargaan dilakukan oleh VP Engineering Divisi EPC Hutama Karya, Ettim Dwi Yoga, VP Sistem & Riset Teknologi Divisi SIT Hutama Karya, Eri Dwi Wibawa, Tim Proyek Sigli - Banda Aceh, Tim Proyek Jawa 8 & 10 Coal Fired Steam Power Plant 2x1000 MW Suralaya, dan Open Access RU-VII Kasim.
Perolehan Realisasi Penggunaan TKDN Melampaui Target, Hutama Karya Raih Penghargaan dari Kementerian BUMN dan Pemerintah Daerah DKI Jakarta
Tidak hanya dalam implementasi digital construction, Hutama Karya juga mengutamakan penggunaan komponen produksi dalam negeri dalam proses pembangunan infrastruktur melalui optimalisasi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan Penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) pada aplikasi PaDi UMKM.
Atas upaya tersebut, Hutama Karya memenangkan Peringkat I BUMN Tipe B dengan Nilai Belanja Terbesar dalam acara Business Matching PaDi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Jakarta 2023, di Kota Tua, Jakarta, pada Minggu (19/11) lalu. Adapun penerimaan penghargaan ini diwakilkan oleh EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Tjahjo Purnomo.
“Dengan perolehan ini diharapkan Buyer Group yang terdiri dari proyek/ruas/cabang operasi di Hutama Karya dapat terus menggunakan aplikasi PaDi UMKM untuk melakukan pengadaan barang/jasa kepada UMKM sehingga UMKM dapat terus diberdayakan dan dikembangan,” tutup Tjahjo Purnomo, EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya.
Penghargaan ini tidak hanya sekedar sebuah prestasi, tetapi juga simbol dari dedikasi dan kerja keras yang telah ditanamkan dalam upaya pengembangan dan pemberdayaan UMKM.
Hutama Karya akan terus berusaha berkomitmen dalam memberikan kontribusi positif bagi pertumbuhan UMKM, tidak hanya dalam skala lokal tetapi juga di tingkat nasional bahkan internasional. Sehingga harapannya kita semua dapat terus bersama-sama membangun masa depan yang lebih baik untuk UMKM dan bagi kita semua.***