rilis-bumn

PT Timah Tbk Berikan Jaring Udang ke KUB Nelayan Anugrah di Pangkalpinang

Kamis, 7 Desember 2023 | 06:00 WIB
Penyerahan bantuan jaring udang dari PT Timah Tbk kepada KUB Nelayan Anugrah, Pangkalpinang, Kepulauan Bangka Belitung. (Dok. PT Timah Tbk)

“Apalagi dengan adanya kapal isap ini, udang bakal datang, karena dengan adanya kapal ini di aliran pembuangan air yang keruh tersebut udang pada ngumpul," sambungnya.

Baca Juga: Implementasikan Good Mining Practices, PT Timah Tbk Raih Penghargaan Asean Mineral Award 2023

Menurutnya, aktivitas penambangan ini juga memberikan dampak positif untuk meningkatkan hasil tangkapan paranl nelayan.

Mereka biasanya memancing dengan jarak 200-300 meter dari Kapal Isap.

“Secara tidak langsung, kegiatan penambangan ini berdampak positif juga untuk kami para nelayan.

Baca Juga: Program TJSL PT Timah Tbk Dorong Kemandirian Ekonomi Masyarakat Hingga Lestarikan Masyarakat Adat

"Ini juga menjadi harapan bagi kami dengan adanya kegiatan pertambangan yang dilakukan oleh PT Timah, dan juga kegiatan penambangan ini tidak mengganggu sama sekali, malahan kami senang.

"Selain udang, potensi ikan yang ada disini ada Ikan kakap, Ikan Duri, dan banyak jenis ikan lainnya,” katanya.

Senada dengan Bondan, Abdul Hayat (68) yang juga anggota KUB Nelayan Anugrah juga mengatakan jika kehadiran armada PT Timah Tbk tersebut turut membantunya dalam meningkatkan hasil tangkapan.

Baca Juga: Budaya Menawan PT Timah Membawa Berkah bagi Kelompok Wanita Binaan

“Dari kecil saya sudah melaut, seumur-umur saya kerjanya melaut.

"Sebelum ada kapal ini, kami mendapatkan ikan sekitar 4 sampai 6 kilogram lah, tapi dengan adanya kapal ini kami sempat mendapatkan belasan kilo," bebernya.

Menurutnya, dengan adanya penambangan di wilayah mereka dapat membantu meningkatkan hasil tangkapan mereka.

Baca Juga: PT Timah Tbk dan Pelestarian Rusa Sambar di Penangkaran Batu Besi Belitung Timur

“Dengan adanya kapal dari PT Timah ini tidak mengganggu sama sekali bagi kami para nelayan.

Halaman:

Tags

Terkini