rilis-bumn

Mengenal Teknologi CCUS Pertamina, Injeksi Perdana CO2 yang Diimplementasikan di Lapangan Sukowati

Jumat, 8 Desember 2023 | 10:45 WIB
Pertamina melakukan peninjauan lokasi Sumur Pad-A SKW, Sukowati Field, Bojonegoro, Kamis (07/12/2023). (Dok. Pertamina)

Kabar BUMN - PT Pertamina telah sukses melakukan injeksi perdana CO2 di Lapangan Jatibarang menggunakan teknologi Carbon Capture Utilization and Storage (CCUS).

Mengulang kesuksesan tersebut, Pertamina kembali mengimplementasikan teknologi CCUS di lapangan lainnya, yakni di Lapangan Pertamina EP Sukowati Bojonegoro, Jawa Timur.

Milestone bersejarah program CCUS Pertamina ini ditandai dengan peresmian injeksi perdana CO2 ke Lapangan Sukowati menggunakan metode Huff & Puff yang dilakukan pada Kamis (7/12/2023).

Baca Juga: MGPA Gratiskan Tiket Nonton Porsche Sprint Challenge Indonesia 2023, Ajang Balap Mobil Pertama di Pertamina Mandalika International Circuit

Peresmian dilakukan oleh Djoko Siswanto Sekretaris Jenderal Dewan Energi Nasional, Oki Muraza Senior Vice President Research and Technology Innovation Pertamina, Awang Lazuardi Direktur Pengembangan dan Produksi Pertamina Hulu Energi, Kenichi Suzuki GM Carbon Neutral Business Department, Overseas Business Division II JAPEX, dan Hiroshi Okabe Deputy Councilor, Hydrogen and CCS Project Department JOGMEC.

Sebanyak 500 Ton CO2 diinjeksikan ke sumur Sukowati-18 (SKW-18) selama 7 hari.

Penerapan teknologi CCUS ini diharapkan dapat meningkatkan produksi lapangan melalui penerapan CO2 Enhanced Oil Recovery (EOR).

Baca Juga: Tekan Emisi Karbon di Seluruh Wilayah PHR Regional 1 – Sumatra, Pertamina dan Perusahaan Inovator AS Kolaborasi Proyek Gas Berkelanjutan

SVP Research and Technology Innovation Pertamina, Oki Muraza, menegaskan bahwa implementasi Injeksi CO2 dengan metode Huff & Puff di Lapangan Sukowati akan memberikan konfirmasi dan validasi mengenai teknologi EOR secara spesifik.

“Tujuan injeksi CO2 di lapangan kedua Pertamina ini adalah untuk mengkaji efek CO2 EOR dan penyimpanan CO2 dalam formasi bawah permukaan untuk lapangan migas.

"Hasil kajian ini diharapkan dapat diterapkan di lapangan-lapangan Pertamina lainnya yang sedang aktif melakukan kegiatan studi CO2-EOR.

Baca Juga: Dirut Pertamina Nicke Widyawati Kembali Masuk dalam Daftar 100 Wanita Berpengaruh Dunia

"Tentunya ini akan mendukung capaian target 1 juta BOPD pada tahun 2030,” ungkap Oki.

Senada dengan Oki, Direktur Pengembangan & Produksi PT Pertamina Hulu Energi Awang Lazuardi menyampaikan kedepannya saat implementasi penuh, CCUS Lapangan Sukowati akan menggunakan CO2 bersumber dari Lapangan Jambaran Tiung Biru.

Halaman:

Tags

Terkini