rilis-bumn

Strategi Jasa Marga untuk Antisipasi Lonjakan Volume Lalu Lintas Periode Libur Natal 2023 dan Tahun Baru 2024

Sabtu, 16 Desember 2023 | 16:30 WIB
Jasa Marga paparkan strategi antisipasi lonjakan volume lalu lintas periode Nataru. (Dok. Jasa Marga)

Selain itu, ada sejumlah ruas Jasa Marga yang terintegrasi dengan sejumlah ruas jalan tol non Jasa Marga Group yang pada Nataru 2023/2024 ini dioperasikan.

Seperti Belmera terintegrasi dengan Medan-Binjai s.d fungsional Stabat-Tanjung Pura, Medan-Kualanamu-Tebing Tinggi terintegrasi dengan fungsional Tebing Tinggi Kualatanjung (Indrapura), Tebing Tinggi-Kisaran (lima puluh) dan Tebing Tinggi-Parapat (Sinaksak), Surabaya-Mojokerto dengan Krian Legundi Bunder Manyar (KLBM), Padaleunyi dengan Cisumdawu dan Cipali.

“Untuk pengaturan lalu lintas sendiri, selain pengaturan waktu operasional kendaraan angkutan barang, di dalam SKB juga telah ditetapkan ketentuan waktu dan lokasi pengaturan lalu lintas contraflow.

Baca Juga: ATI Gandeng Jasa Marga Gelar Focus Group Discussion Terkait Pengenaan Pajak Bumi dan Bangunan di Jalan Tol

“Untuk contraflow arus mudik: Jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 47-KM 72 dan diteruskan s.d Jalan Tol Cipali KM 87 sedangkan untuk arus balik di arah sebaliknya.

“Yaitu contraflow arus balik: Jalan Tol Cipali KM 87 sd Jalan Tol Jakarta Cikampek KM 72-KM 47, namun pemberlakuan ini akan dilaksanakan secara situasional melalui diskresi Kepolisian,” ujar Lisye.

Selain itu, Jasa Marga juga memastikan peningkatan layanan operasional dengan menambah petugas, armada, dan sarana penunjang lainnya untuk mendukung peningkatan kinerja pada layanan transaksi, lalu lintas, dan preservasi.

Baca Juga: Jasa Marga Raih Tiga Penghargaan dalam Ajang TOP Digital Awards 2023

Di sisi peningkatan teknologi, Jasa Marga melakukan strategi antisipasi kepadatan di gerbang tol, jalur dan rest area secara efektif dan efisien.

Hal ini dilakukan di antaranya melalui penambahan CCTV traffic counting, pemasangan deteksi insiden, pemasangan deteksi kondisi lalu lintas di jalan nasional Pantai Utara (Pantura) Jakarta s.d Semarang untuk mengetahui perbandingan performa lalu lintas di jalan nasional dengan jalan tol, perkuatan sistem Jasamarga Integrated Digitalmap (JID) sebagai “decision support system” dalam mendukung kebijakan rekayasa lalu lintas, pembangunan traffic information center wilayah Jawa Timur untuk mempercepat distribusi informasi dan penambahan fitur pada aplikasi Travoy.

Tidak hanya di lajur, kepadatan yang juga berpotensi terjadi di rest area, Jasa Marga melalui anak usahanya PT Jasamarga Related Business (JMRB) memastikan pengoperasian 59 titik rest area di jalan tol Jasa Marga Group berjalan dengan optimal.

Baca Juga: Jasa Marga Paparkan Peningkatan Kinerja Positif Perseroan Hingga Kuartal III Tahun 2023

JMRB melakukan sejumlah upaya peningkatan pelayanan, di antaranya menambah toilet portable dan parkir, penambahan posko layanan kesehatan, berkoordinasi dengan Pertamina untuk memastikan kecukupan BBM, pemberian imbauan waktu istirahat 30 menit, pengaturan antrean SPBU dengan penempatan petugas, hingga berkoordinasi  dengan Kepolisian untuk pelaksanaan buka tutup jika rest area mengalami kepadatan.

Jasa Marga bersama kelompok usahanya mendukung program percepatan penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai dengan menyediakan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di 17 titik rest area.

Jasa Marga turut mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik dan balik melalui jalan tol untuk memastikan kesiapan perjalanan.

Halaman:

Tags

Terkini