Ia mencontohkan bagaimana banyak perusahaan besar awal milenium begitu digdaya namun hilang ditelan bumi saat ini.
"Tahapan paling berbahaya bagi sebuah perusahaan adalah saat merasa mencapai sukses. Kondisi ini sangat berbahaya bagi perusahaan. Itu yang disebut success trap. Jebakan kesuksesan. Yang tadinya kita siap berinovasi dan inventing, kita malah enjoy dan do nothing," paparnya.
Untuk itu, ia meminta pondasi prima yang telah dicapai PalmCo Regional 3 saat ini sepantasnya untuk dipertahankan dan terus diperkuat.
Selanjutnya, dengan amanah pemegang saham untuk memimpin PalmCo, ia memastikan tidak akan memberikan ruang nyaman bagi segenap pimpinan regional PalmCo lainnya.
Baca Juga: Pertamina NRE - TEPCO HD Teken Perjanjian Pengembangan Bersama Hidrogen dan Amonia Rendah Karbon
Ia juga memastikan sebagai pimpinan pucuk, akan membuat seluruh lini terpacu untuk melanjutkan perubahan agar tidak terlena dengan keadaan.
"Sekarang adalah tugas teman-teman semua bagaimana kita memperkuat pondasi yang sudah ada untuk pengganti kita nanti. Pesan saya, jangan pernah berhenti berinovasi. Jangan pernah kita merasa sukses agar tidak terjebak dalam kesuksesan. Dan ingatlah bahwa bapak ibu semua mewarisi generasi PTPN V dalam kondisi prima," demikian Jatmiko.
Kegiatan pisah sambut yang juga dihadiri eks komisaris utama PTPN V dan yang kembali dipercaya menjadi komisaris PalmCo Fauzi Yusuf serta dan eks komisaris PTPN V Andogo Wiradi tersebut berlangsung penuh makna.
Ratusan karyawan mulai dari tingkat Kepala Bagian, Direktur Anak Perusahaan, General Manager, Manager, karyawan pimpinan setingkat asisten hingga Pengurus Serikat Pekerja Pusat dan unit larut dalam kegiatan yang berlangsung di Gedung Serbaguna Region Office Regional 3 PalmCo.***