Wawan, salah satu warga, mengungkap sebelum bisa membatik seperti sekarang, ia menjadi salah satu korban perundungan di sekolah.
Baca Juga: Pertamina Gandeng JERA untuk Wujudkan Emisi Nol Bersih di Indonesia
Kini, membatik menjadi jalan agar ia memiliki rasa percaya diri kembali hingga saat ini.
Meski seorang difabel, Wawan bangga memiliki keahlian membatik.
“Dulu saya sering di-bully di sekolah, sampai-sampai saya tidak mau sekolah selama satu tahun.
“Tapi saat saya kenal dengan batik ini dan mencoba belajar, percaya diri saya jadi meningkat.
“Hasil dari batik ini juga membuat saya bisa mendapatkan uang dan bisa membantu orang tua.
“Saya bangga walaupun difabel saya memiliki keahlian yang belum tentu orang lain bisa," jelasnya.
Baca Juga: Jamin Ketersediaan Energi, Pertamina Bentuk Satgas Natal 2023 dan Tahun Baru 2024
Vice President Corporate Communication Fadjar Djoko Santoso menjelaskan, kunjungan tersebut merupakan salah satu dari rangkaian acara Gathering Pemred yang diinisiasi Pertamina.
Selain kunjungan UMKM dan Balkondes, Pemred juga mendapatkan penjelasan dari Pertamina Subholding dan Anak Perusahaannya terkait bisnis Pertamina Group, mendiskusikan perkembangan energi terkini serta berdiskusi interaktif.
Kunjungan pun dilakukan ke beberapa produk UMKM binaan Pertamina utamanya di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah untuk melihat secara langsung kontribusi Pertamina pada masyarakat.
“Dari acara Gathering Pemred, Pertamina memperoleh insight positif.