Guna meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api di periode Angkutan Nataru ini, KAI menambah 841 personel ekstra yang terdiri dari 308 petugas pemeriksa jalur ekstra, 374 petugas penjaga pintu perlintasan ekstra, dan 156 petugas daerah pemantauan khusus.
Baca Juga: Ikuti Program Magang BUMN di Kimia Farma, Lowongan Magang Ini Terbuka untuk Mahasiswa Aktif
Adapun sebagai langkah peningkatan keamanan dan ketertiban (kamtib) dalam perjalanan kereta api, stasiun, dan jalur kereta api, KAI melakukan koordinasi kewilayahan dengan aparat setempat serta senantiasa meningkatkan pengamanan operasi pada daerah pengawasan kamtib.
KAI menyiapkan tenaga kamtib yang terdiri dari 1.211 Polsuska, 2.925 security, serta 471 TNI/Polri (eksternal).
KAI terus melakukan pengecekan secara berkala terhadap titik yang memiliki potensi rawan, proaktif dalam penyelesaian potensi bahaya, memastikan ketersediaan dan keandalan dari seluruh perangkat penanganan kondisi darurat, serta meningkatkan penjagaan di perlintasan liar dengan berkoordinasi aktif serta mengoptimalkan seluruh stakeholders termasuk masyarakat sekitar.
Di samping itu, KAI telah memastikan keandalan sarana dan prasarana, bersama Kementerian Perhubungan serta melakukan Ramp Check atau pemeriksaan kelaikan dan kesiapoperasian lokomotif dan kereta untuk memastikan kereta api dalam kondisi prima.
Sebanyak 474 lokomotif dan 1.738 gerbong kereta, dan 99 KRD yang siap dioperasikan guna memberikan layanan terbaik bagi pelanggan KAI.
"Dari sisi fasilitas, KAI telah mempersiapkan dengan optimal mulai dari memasuki area stasiun, di atas kereta, hingga keluar area stasiun tujuan. Kebersihan area stasiun, ruang tunggu penumpang, toilet, serta kereta terus dijaga untuk memberikan kenyamanan kepada para pelanggan," ujar Didiek.
Baca Juga: Rekor Baru! Pertamina Borong 34 PROPER Emas dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Sebagai upaya menyukseskan penyelenggaraan Angkutan Nataru ini, KAI berkolaborasi dengan berbagai pihak meliputi Kementerian Perhubungan, Kementerian BUMN, Pemerintah Daerah, TNI, Polri, Basarnas, anggota komunitas pecinta kereta api, serta pihak-pihak lainnya.
Dalam rangkaian Gelar Pasukan Angkutan Nataru ini, diadakan pula simulasi penanganan manajemen risiko terkait gangguan operasional kereta api serta gangguan keamanan.
Hal ini menunjukkan kesiapan KAI dalam menghadapi situasi yang tidak terduga.
Selama periode Angkutan Nataru ini, KAI menyediakan 3,2 juta tempat duduk yang terdiri dari KA Jarak Jauh dan Lokal yang dikelola oleh KAI.