Perusahaan mengaplikasikan prinsip ekonomi hijau dan dorong capaian melebihi ketaatan terhadap peraturan.
Menurut Ma’ruf, PROPER juga mengembangkan kriteria penilaian.
Baca Juga: Pemred Media Massa Apresiasi Joglo Ayu Tenan, Mitra Binaan Pertamina yang Mendunia
Kriteria penilaian daur hidup, inovasi sosial, penilaian kepemimpinan hijau.
PROPER juga membutuhkan transformasi penilaian ke depan, mendukung komitmen pemerintah terhadap penguatan aksi iklim, dan pencapaian prioritas pembangunan nasional, menjawab dinamika tantangan global.
“PROPER sepatutnya menjadi kompas yang mampu memandu praktik bisnis berkelanjutan dengan mengaplikasikan prinsip ekonomi hijau.
"Bahkan mendorong capaian yang melebihi ketaatan industri terhadap peraturan lingkungan hidup.
"Selamat kepada penerima anugerah PROPER terutama peringkat emas dan CEO penerima penghargaan kepemimpinan hijau.
"Semoga menjadi contoh nyata yang menginspirasi dan mendorong kinerja Perusahaan lainnya,” ujar Ma’ruf.
Baca Juga: bLU cRU Yamaha Sunday Race Kembali Hadir di Pertamina Mandalika International Circuit
Direktur Utama Pertamina Nicke Widyawati mengatakan sebagai pemimpin transisi energi di Indonesia, Pertamina akan terus menjalankan bisnis yang berkelanjutan dan ramah lingkungan.
Serta menjadi garda terdepan dalam menjaga ketahanan dan kemandirian energi nasional.
“Kita akan berupaya menjadi perusahaan energi pertama di dunia yang memiliki low risk di ESG yang menjadi kebanggaan Indonesia,” ujar Nicke Widyawati.
Baca Juga: Intip Keseruan Momen Dirut Pertamina dan Pemred Media Nasional Membatik Bersama Disabilitas