Welfizon melanjutkan bahwa dalam pengoperasian bus listrik telah disiapkan pramudi yang sudah dibekali oleh pelatihan keselamatan dan juga dilengkapi fasilitas charging di depo.
"Telah disiapkan 64 Pramudi yang telah dibekali Pelatihan Keselamatan dan telah Tersertifikasi BNSP.
"Kemudian Depo yang disiapkan telah dilengkapi dengan 8 alat pengisian daya dengan kapasitas 200 kW dan didukung 2.700 KV daya dari PT PLN," ujarnya.
Baca Juga: Info Lowongan Magang BUMN, Perum DAMRI Buka Posisi untuk Penempatan Bandar Lampung
Direktur Utama DAMRI Setia N. Milatia Moemin menuturkan bahwa sinergi antara DAMRI dan PT Transjakarta merupakan salah satu komitmen dalam mewujudkan Jakarta berenergi hijau yang menerapkan aspek kecanggihan teknologi.
"Bus listrik DAMRI yang beroperasi pada koridor PT Transjakarta akan menghubungkan masyarakat umum dengan aman dan nyaman," lanjutnya.
Bus listrik DAMRI tipe Low Entry ini merupakan rakitan Skywell dengan kapasitas baterai 322 kWh.
Baca Juga: Nataru 2024, DAMRI Resmi Buka Penjualan Tiket dengan Operasikan 1.324 Unit Armada Bus
Bus dengan kapasitas pelanggan hingga sebanyak 50 orang memiliki jarak tempuh sejauh 290 km untuk sekali pengisian daya fast charging selama 1 jam 30 menit.
Armada ramah lingkungan ini dilengkapi dengan perlengkapan keselamatan dan keamanan.
Termasuk bus camera monitor system, tombol darurat untuk memutus tenaga listrik, tombol apar otomatis di ruang baterai dan control unit, sensor pintu darurat, apar manual, tombol pintu darurat, palu pemecah kaca, emergency exit, CCTV, seatbelt, alat standar untuk perbaikan darurat, dan kotak P3K.
Fasilitas di dalam bus listrik pun dilengkapi dengan hand grip untuk penumpang berdiri, ramp untuk kursi roda, kursi prioritas, dan USB Charging Port.
Harapannya kolaborasi antara Transjakarta bersama DAMRI dengan menghadirkan bus listrik dapat menyediakan layanan publik yang aman dan nyaman bagi masyarakat.
DAMRI juga senantiasa membuka peluang bagi Perusahaan BUMN, BUMD, dan Swasta untuk bersama-sama bersinergi memberikan kemajuan transportasi berkelanjutan di Indonesia.***