"Penerapan geofencing sudah berhasil karena hanya 1,25% penumpang tidak bertiket dibanding yang sudah bertiket, sehingga dapat meminimalisir penumpukan kendaraan,” jelasnya.
Baca Juga: Upaya ASDP Akselerasi Transformasi Digital, Gandeng Telkom Luncurkan Aplikasi Monitoring Armada
Data tercatat pada 21 Desember 2023 di Pelabuhan Merak, dari total kendaraan yang check in sebanyak 10.255 unit kendaraan campuran, hanya sebesar 1,25% atau 130 unit kendaraan yang belum bertiket, yang didominasi oleh mobil sebanyak 122 unit.
Sebaliknya, data dari Pelabuhan Bakauheni mencatat dari total 8.521 unit kendaraan campuran, sebanyak 1,43% atau 124 unit kendaraan yang belum bertiket.
Jumlah ini didominasi oleh mobil dengan total 101 unit.
Menko PMK Muhadjir mengatakan bahwa di lintasan Merak-Bakauheni terdapat dua hal yang perlu diwaspadai.
Pertama, perubahan cuaca yang berakibat dengan masalah gelombang pasang surutnya.
Kedua, aktivitas Gunung Anak Krakatau.
"Harus tetap diwaspadai terkait perubahan cuaca dan aktivitas Anak Krakatu.
"Meskipun perkiraan cuaca dan pantauan dari BMKG masih aman, langkah antisipasi tetap dilaksanakan untuk mencegah kejadian yang tidak diinginkan," ujarnya.
Selain itu, Muhadjir juga menilai bahwa volume to capacity ratio (V/C Ratio) atau perbandingan antara jumlah penumpang dan kendaraan dengan kapasitas pelabuhan Merak, masih dalam batas wajar dan terkendali yaitu 0,3.
Baca Juga: ASDP Tingkatkan Layanan Daring, Kini Penumpang Bisa Beli Tiket Ferry Lewat Tiket.com
"V/C rasionya masih baik 0,3 ya. Jadi, belum mencapai 0,4 sehingga ini masih sangat aman. Insyaallah tidak akan ada kendala apa pun," kata Muhadjir.