rilis-bumn

Dukung Percepatan Musim Tanam, Pupuk Indonesia Tancap Gas Pastikan Distribusi Pupuk Lancar

Selasa, 2 Januari 2024 | 15:30 WIB
Pupuk Indonesia pastikan pupuk bersubsidi sudah terdistribusi dengan baik di awal tahun 2024 ini. (Dok. Pupuk Indonesia)

Sekaligus mempromosikan produk-produknya, Pupuk Indonesia menggelar Bazar Pupuk yang dihadiri sekitar 50 ribu lebih petani di GOR Satria, Kota Purwokerto, Jawa Tengah.

Baca Juga: PT Pupuk Indonesia Utilitas Buka Lowongan Magang untuk Mahasiswa/i S1 Jurusan Teknik Informatika, Cek Posisi yang Tersedia

Lewat Bazar Pupuk, Pupuk Indonesia berharap petani bisa mendapatkan kemudahan bukan hanya dari ketersediaan pupuk, tetapi juga dari sisi jangkauan harga yang lebih menguntungkan petani.

Selain memudahkan akses pupuk, dalam kegiatan Bazar Pupuk ini, Pupuk Indonesia juga mengadakan sosialisasi dan edukasi terkait dosis pemupukan dengan menghadirkan Mobil Uji Tanah.

Sebagai salah satu sarana riset, Mobil Uji Tanah memiliki kemampuan untuk meneliti dan menganalisa sampel tanah, serta memberikan rekomendasi pemupukan yang tepat secara lebih spesifik, baik spesifik lokasi maupun komoditas.

Baca Juga: Hadir di Pulau Terluar, Pupuk Indonesia Salurkan 124,4 Ton Pupuk Subsidi ke Natuna

Sehingga petani diharapkan dapat melakukan pemupukan secara presisi dengan tingkat produktivitas yang optimal.

Di tempat yang sama, Pupuk Indonesia juga melakukan sosialisasi Program MAKMUR.

Program ini tidak hanya tentang pemupukan, melainkan juga memberdayakan petani melalui pendampingan intensif, akses permodalan, perlindungan risiko, hingga jaminan pasar.

Baca Juga: Sinergi BUMN PLN dan Pupuk Indonesia Gandeng ACWA Power Kembangkan Industri Hidrogen Hijau Terintegrasi

Dengan langkah ini, Pupuk Indonesia ingin memastikan bahwa produktivitas pertanian dan ketahanan pangan dapat terus meningkat, serta membawa dampak positif bagi petani dan masyarakat setempat.

Sementara itu, hingga tanggal 31 Desember 2023 ketersediaan pupuk bersubsidi dan pupuk non-subsidi tercatat sebesar 1.744.302 ton.

Angka ini terdiri dari pupuk bersubsidi sebesar 1.215.280 ton dan pupuk non-subsidi sebesar 529.022 ton.

Baca Juga: Siap Jadi Pemain Utama Clean Ammonia, Pupuk Indonesia Tunjukkan Roadmap Pengembangannya Sampai Tahun 2050

Adapun rinciannya, urea subsidi sebesar 783.317 ton dan NPK subsidi sebesar 431.963 ton.

Halaman:

Tags

Terkini