Kabar BUMN - Hotel legendaris di jalan Malioboro Yogyakarta merupakan salah satu hotel yang dikelola oleh Hotel Indonesia Group (HIG).
Saat ini, hotel tersebut tengah dalam proses revitalisasi besar-besaran.
Karena itu, operasional hotel harus ditutup untuk sementara waktu agar proses revitalisasi dapat berjalan lancar.
Baca Juga: Libur Tahun Baru 2023/2024, Tingkat Hunian Hotel Jaringan HIG Meningkat Signifikan
Revitalisasi secara besar-besaran ini dilakukan kedua kalinya sejak hotel dibangun pada 1908.
Revitalisasi pertama sendiri dilakukan pada 1982 silam.
Memiliki luas 4,2 hektare, hotel berbintang yang memiliki nilai sejarah dan melekat dengan budaya Jawa ini menjadi yang terluas di kawasan Malioboro.
Baca Juga: Libur Natal 2023, Volume Hunian Hotel Jaringan HIG Alami Peningkatan
Adapun, saat ini proses revitalisasi sudah sampai pada tahap rekonstruksi dan demolition di beberapa area.
Pengerjaan ini untuk beautifikasi hotel yang lebih modern tapi tetap mempertahankan nuansa asli bangunan hotel.
Hal tersebut dilakukan dengan mempertahankan budaya lokal, terutama seni budaya Jawa Yogyakarta, sebagai bangunan otentik hotel sejak awal dibangun.
Baca Juga: Persiapan Hotel Indonesia Group (HIG) Menyambut Libur Nataru 2024
Sehingga nantinya hotel akan tampil lebih modern, indah, elegan dan grande dengan sentuhan interior Jawa yang lebih mewah.
Hal tersebut yang terlihat di area facade bangunan, kamar, restaurant, interior dan eksterior keseluruhan bangunan berubah menjadi semakin elegan dengan mempertahankan nilai sejarah serta seni otentik budaya Jawa di tengah kota Yogyakarta, dengan konsep heritage yang tetap terjaga, sebagai bangunan cagar budaya Indonesia.